Mantan Rektor UGM Mendadak Cabut Ucapan soal Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Jum'at, 18 Juli 2025 - 11:43 WIB
loading...
Rismon Hasiholan Sianipar bersama Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Sofian Effendi. Foto/X Rismon Sianipar
A
A
A
JAKARTA - Pegiat Media Sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa buka suara menanggapi langkah Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Sofian Effendi yang mendadak mencabut pernyataan soal ijazah Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Terlebih, pernyataan Sofian Effendi tentang pencabutan pernyataannya itu hanya melalui keterangan tertulis disertai tanda tangan.
“Apabila seorang hamba telah mencapai batas kemampuannya dalam menegakkan kebenaran, dan tak ada lagi kekuatan yang bisa ia andalkan, maka Allah akan turun tangan—dengan cara-Nya yang misterius namun pasti,” cuit Dokter Tifa di platform X @DokterTifa, Jumat (18/7/2025).
Dokter Tifa menilai Profesor Sofian Effendi tidak perlu dilibatkan lagi dalam kasus Ijazah. “Beliau sudah sepuh, harus kita lindungi dan kita hindarkan dari akhir yang buruk. Misal ada ancaman atas kebijakan beliau di masa lalu dan sebagainya,” tuturnya.
Baca juga: Abraham Samad Heran Masuk Daftar 12 Terlapor di Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
“Pencabutan pernyataan Profesor Sofian Effendi saya baca sebagai cara Allah untuk menutupi dan melindungi beliau,” sambungnya.
Menurut dia, cukup satu kali pernyataan jujur Sofian Effendi yang sudah beredar menjadi data digital abadi, yang tak akan terhapus dengan surat pernyataan dan klarifikasi apa pun berikutnya. Hal itu menurutnya sudah cukup.
Baca juga: Jokowi Harus Buktikan Tuduhannya soal Agenda Besar Politik di Balik Isu Ijazah-Pemakzulan
“Allah selalu bekerja dengan caraNya yang Maha Luarbiasa. Kebenaran itu milikNya. Kita semua ini, Roy, Rismon, saya, Eggi, Rizal, Kurnia dkk, hanyalah alatNya. Di tanggal 16 Juli 2025. Profesor Sofian Effendi sudah menjadi alatNya, yang bekerja satu kali saja, tetapi sangat efektif,” ujarnya.
“Pencabutan pernyataan di tanggal 17 Juli 2025, tak ada artinya, ketika Kebenaran sudah dikumandangkan. Wamakarru wamakarrallah,” pungkasnya.
Sehubungan dengan itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran. Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut.
Demikian pernyataan saya dan saya sangat berharap agar wacana tentang ijazah tersebut dapat diakhiri. Terima kasih.
“Apabila seorang hamba telah mencapai batas kemampuannya dalam menegakkan kebenaran, dan tak ada lagi kekuatan yang bisa ia andalkan, maka Allah akan turun tangan—dengan cara-Nya yang misterius namun pasti,” cuit Dokter Tifa di platform X @DokterTifa, Jumat (18/7/2025).
Dokter Tifa menilai Profesor Sofian Effendi tidak perlu dilibatkan lagi dalam kasus Ijazah. “Beliau sudah sepuh, harus kita lindungi dan kita hindarkan dari akhir yang buruk. Misal ada ancaman atas kebijakan beliau di masa lalu dan sebagainya,” tuturnya.
Baca juga: Abraham Samad Heran Masuk Daftar 12 Terlapor di Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
“Pencabutan pernyataan Profesor Sofian Effendi saya baca sebagai cara Allah untuk menutupi dan melindungi beliau,” sambungnya.
Menurut dia, cukup satu kali pernyataan jujur Sofian Effendi yang sudah beredar menjadi data digital abadi, yang tak akan terhapus dengan surat pernyataan dan klarifikasi apa pun berikutnya. Hal itu menurutnya sudah cukup.
Baca juga: Jokowi Harus Buktikan Tuduhannya soal Agenda Besar Politik di Balik Isu Ijazah-Pemakzulan
“Allah selalu bekerja dengan caraNya yang Maha Luarbiasa. Kebenaran itu milikNya. Kita semua ini, Roy, Rismon, saya, Eggi, Rizal, Kurnia dkk, hanyalah alatNya. Di tanggal 16 Juli 2025. Profesor Sofian Effendi sudah menjadi alatNya, yang bekerja satu kali saja, tetapi sangat efektif,” ujarnya.
“Pencabutan pernyataan di tanggal 17 Juli 2025, tak ada artinya, ketika Kebenaran sudah dikumandangkan. Wamakarru wamakarrallah,” pungkasnya.
Sofian Effendi Mendadak Cabut Ucapan soal Ijazah Jokowi
Dia mendadak menarik pernyataannya setelah menyebut ijazah Jokowi palsu sebagaimana tersebar dalam tayangan kanal YouTube Langkah Update. Dia menyebut Jokowi tidak pernah lulus dari Fakultas Kehutanan UGM karena memiliki IPK di bawah 2.Berikut pernyataan Sofian Effendi
Terkait dengan informasi yang tersebar dari live streaming di kanal YouTube Langkah Update dengan Judul "Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002-2007! Ijazah Jokowi & Kampus UGM!" pada tanggal 16 Juli 2025 tentang ijazah atas nama Bapak Joko Widodo, saya menyatakan bahwa pernyataan Rektor UGM Prof. Dr. Ova Emilia tertanggal 11 Oktober 2022 memang sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas.Sehubungan dengan itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran. Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut.
Demikian pernyataan saya dan saya sangat berharap agar wacana tentang ijazah tersebut dapat diakhiri. Terima kasih.
(rca)
Lihat Juga :