Dasco Ungkap Nama Dubes RI untuk AS Diserahkan ke DPR Besok
Selasa, 01 Juli 2025 - 17:48 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) mengatakan pihaknya akan menerima nama-nama calon duta besar (dubes) Indonesia untuk beberapa negara sahabat, termasuk Amerika Serikat, yang saat ini masih kosong. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya akan menerima nama-nama calon duta besar ( dubes ) Indonesia untuk beberapa negara sahabat yang saat ini masih kosong. Di antara nama-nama tersebut, ada calon dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).
"Menurut informasi dari Menteri Sekretaris Negara bahwa terutama besar beberapa negara sahabat termasuk Amerika Serikat konfirm besok akan dikirim ke DPR," kata Dasco di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/7/2025).
Dasco mengatakan nama-nama tersebut nantinya akan langsung diproses oleh Komisi I DPR RI. "Dan kita akan proses sesuai mekanisme yang berlaku di Komisi I," ucapnya.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Kirim Nama Calon Dubes RI untuk AS
Dasco pun mengungkap nama calon Dubes RI untuk AS yang akan diterima nantinya hanya satu. Namun, ia enggan mengungkap siapa sosok yang digadang-gadang akan mengisi kursi yang kosong tersebut.
"Nanti besok biar Komisi I. Ini ada pimpinan Komisi I (Budi Djiwandono)akan menjelaskan kepada pers terhadap duta besar negara sahabat yang dikirim oleh pemerintah kepada DPR," jelasnya.
Dasco mengatakan pihaknya akan memproses calon dubes ini melalui berbagai mekanisme. Sebab, jangka waktu sidang pada masa sidang ini dinilai terlalu singkat. "Kita akan usahakan secepatnya, agar dapat segera dilantik pada selesai masa sidang yang saat ini," kata Dasco.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengakui pihaknya telah salah tak cepat mengisi posisi duta besar (dubes) RI yang kosong di sejumlah negara. Ia pun berjanji akan mengirimkan usulan calon dubes RI untuk diproses di DPR dalam waktu dekat.
Hal itu diungkapkan Sugiono dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI, Senin (30/6/2025). Dalam forum itu, Sugiono ditanya banyaknya posisi kursi dubes RI yang kosong untuk sejumlah negara. "Saya kira ini juga kesalahan kami sehingga proses ini tidak berlangsung dengan cepat dan smooth," ujar Sugiono dalam rapat.
Sugiono berjanji akan mengirimkan usulan calon dubes RI untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan di DPR dalam waktu dekat. "Tapi yang pasti untuk beberapa pos tadi yang disebutkan, saya berharap dalam satu dua hari ini sudah ada surat ke DPR untuk bisa segera. Memang benar posisi-posisi ini penting dan posisi-posisi ini juga harus segera diisi," tutur Sugiono.
Sugiono mengaku, mencari figur untuk dijadikan calon dubes RI tidaklah mudah. "Semuanya harus kita hitung dan kita perhatikan, ada kompetensi," kata Sugiono.
Politikus Partai Gerindra ini berkata, proses penjaringan calon dubes RI memerlukan waktu. "Semoga dalam satu dua hari ini usulannya sudah bisa sampai ke DPR," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono mempertanyakan masih kosongnya jabatan dubes RI untuk sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS). Dari data yang didapatnya, ada 12 posisi dubes kosong, termasuk AS sejak 2023.
Hal itu disinggung Anton saat Raker bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2025).
"Data yang saya ada ada, 12 KBRI kosong tanpa dubes, AS dari tahun 2023, karena dubes ditunjuk jadi Wamen BUMN. PBB New York dari 2024 dubesnya jadi Wamenlu. Dubes Jerman jadi Wamenlu juga, PBB Jenewa dubesnya jadi Wamen PPN dan Bappenas, Dubes Korea Utara dari 2021 ditarik karena Covid-19 sampai sekarang tidak ada," kata Anton.
Ia berkata, posisi dubes RI merupakan penting, baik untuk menjamin keselamatan WNI dan juga untuk berdiplomasi dengan negara lain. Anton pun meminta pemerintah untuk segera mengisi posisi dubes RI yang kosong. "Ya kalau saya sih maunya yang kosong ini segera diisilah, apa pun alasannya," ujar Anton.
"Menurut informasi dari Menteri Sekretaris Negara bahwa terutama besar beberapa negara sahabat termasuk Amerika Serikat konfirm besok akan dikirim ke DPR," kata Dasco di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/7/2025).
Dasco mengatakan nama-nama tersebut nantinya akan langsung diproses oleh Komisi I DPR RI. "Dan kita akan proses sesuai mekanisme yang berlaku di Komisi I," ucapnya.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Kirim Nama Calon Dubes RI untuk AS
Dasco pun mengungkap nama calon Dubes RI untuk AS yang akan diterima nantinya hanya satu. Namun, ia enggan mengungkap siapa sosok yang digadang-gadang akan mengisi kursi yang kosong tersebut.
"Nanti besok biar Komisi I. Ini ada pimpinan Komisi I (Budi Djiwandono)akan menjelaskan kepada pers terhadap duta besar negara sahabat yang dikirim oleh pemerintah kepada DPR," jelasnya.
Dasco mengatakan pihaknya akan memproses calon dubes ini melalui berbagai mekanisme. Sebab, jangka waktu sidang pada masa sidang ini dinilai terlalu singkat. "Kita akan usahakan secepatnya, agar dapat segera dilantik pada selesai masa sidang yang saat ini," kata Dasco.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengakui pihaknya telah salah tak cepat mengisi posisi duta besar (dubes) RI yang kosong di sejumlah negara. Ia pun berjanji akan mengirimkan usulan calon dubes RI untuk diproses di DPR dalam waktu dekat.
Hal itu diungkapkan Sugiono dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI, Senin (30/6/2025). Dalam forum itu, Sugiono ditanya banyaknya posisi kursi dubes RI yang kosong untuk sejumlah negara. "Saya kira ini juga kesalahan kami sehingga proses ini tidak berlangsung dengan cepat dan smooth," ujar Sugiono dalam rapat.
Sugiono berjanji akan mengirimkan usulan calon dubes RI untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan di DPR dalam waktu dekat. "Tapi yang pasti untuk beberapa pos tadi yang disebutkan, saya berharap dalam satu dua hari ini sudah ada surat ke DPR untuk bisa segera. Memang benar posisi-posisi ini penting dan posisi-posisi ini juga harus segera diisi," tutur Sugiono.
Sugiono mengaku, mencari figur untuk dijadikan calon dubes RI tidaklah mudah. "Semuanya harus kita hitung dan kita perhatikan, ada kompetensi," kata Sugiono.
Politikus Partai Gerindra ini berkata, proses penjaringan calon dubes RI memerlukan waktu. "Semoga dalam satu dua hari ini usulannya sudah bisa sampai ke DPR," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono mempertanyakan masih kosongnya jabatan dubes RI untuk sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS). Dari data yang didapatnya, ada 12 posisi dubes kosong, termasuk AS sejak 2023.
Hal itu disinggung Anton saat Raker bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2025).
"Data yang saya ada ada, 12 KBRI kosong tanpa dubes, AS dari tahun 2023, karena dubes ditunjuk jadi Wamen BUMN. PBB New York dari 2024 dubesnya jadi Wamenlu. Dubes Jerman jadi Wamenlu juga, PBB Jenewa dubesnya jadi Wamen PPN dan Bappenas, Dubes Korea Utara dari 2021 ditarik karena Covid-19 sampai sekarang tidak ada," kata Anton.
Ia berkata, posisi dubes RI merupakan penting, baik untuk menjamin keselamatan WNI dan juga untuk berdiplomasi dengan negara lain. Anton pun meminta pemerintah untuk segera mengisi posisi dubes RI yang kosong. "Ya kalau saya sih maunya yang kosong ini segera diisilah, apa pun alasannya," ujar Anton.
(zik)
Lihat Juga :