Perang Iran vs Israel Berdampak Kepulangan Jemaah Haji Tertunda, Menag: Kami Pantau Terus
Sabtu, 28 Juni 2025 - 14:01 WIB
loading...
Menag Nasaruddin Umar terus memantau pesawat yang membawa jemaah haji Indonesia 2025 pulang ke Tanah Air yang sempat tertunda akibat perang Iran vs Israel. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan pemulangan jemaah haji gelombang kedua berlangsung lancar. Sebelumnya, pesawat yang membawa jemaah haji dua kelompok terbang (kloter) sempat tertunda akibat perang Iran vs Israel.
Menag pun memastikan saat ini situasi di kawasan Timur Tengah mulai berangsur-angsur kondusif. Mengingat, Israel dan Iran melakukan gencatan senjata setelah perang selama 12 hari.
Baca juga: 422 Jemaah Haji Banjarmasin Awali Fase Pemulangan dari Madinah
Menag pun mengakui bahwa perang Israel-Iran sempat memicu penundaan penerbangan, namun hanya tertunda beberapa jam saja.
“Itu hanya beberapa jam, hanya dua penerbangan, dan setelah itu sekarang ada hikmahnya karena sudah gencatan senjata. Mudah-mudahan, sampai pulang terakhir tetap genjatan senjatanya. Sebab, (penerbangan) jamaah haji lewat di atas Qatar,” ujar Menag usai menghadiri acara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Menag kembali memastikan, jalur penerbangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air saat ini sudah aman. Namun, dia memastikan Kementerian Agama (Kemenag) akan terus memantau perkembangan situasi.
“Nah, sekarang sudah aman. Kami pantau terus,” tegasnya.
Baca juga: Kemenag: Pemulangan Jemaah Haji ke Tanah Air Dimulai 11 Juni 2025
Sebelumnya, dilaporkan dua kloter asal Embarkasi Surabaya, yakni SUB 43 dan SUB 44, sempat tertunda keberangkatannya dari Jeddah, Arab Saudi, menuju Indonesia.
Penundaan itu atas pertimbangan keamanan jalur udara akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dimana masing-masing kloter membawa 380 anggota jamaah itu pun terpaksa menunggu lebih lama beberapa jam.
Sementara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, juga telah memastikan seluruh jamaah dalam kondisi aman. Mereka telah ditampung di hotel-hotel di Jeddah sambil menunggu jadwal penerbangan baru.
“Insya Allah kita terus melakukan pendorongan jamaah sesuai dengan program yang kita desain. Sebagian sudah tiba di Bandara Jeddah untuk kembali ke Indonesia, sementara sebagian lainnya masih berada di Madinah dan akan tinggal sekitar sembilan hari ke depan sebelum dijadwalkan pulang,” ujarnya.
Menag pun memastikan saat ini situasi di kawasan Timur Tengah mulai berangsur-angsur kondusif. Mengingat, Israel dan Iran melakukan gencatan senjata setelah perang selama 12 hari.
Baca juga: 422 Jemaah Haji Banjarmasin Awali Fase Pemulangan dari Madinah
Menag pun mengakui bahwa perang Israel-Iran sempat memicu penundaan penerbangan, namun hanya tertunda beberapa jam saja.
“Itu hanya beberapa jam, hanya dua penerbangan, dan setelah itu sekarang ada hikmahnya karena sudah gencatan senjata. Mudah-mudahan, sampai pulang terakhir tetap genjatan senjatanya. Sebab, (penerbangan) jamaah haji lewat di atas Qatar,” ujar Menag usai menghadiri acara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Menag kembali memastikan, jalur penerbangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air saat ini sudah aman. Namun, dia memastikan Kementerian Agama (Kemenag) akan terus memantau perkembangan situasi.
“Nah, sekarang sudah aman. Kami pantau terus,” tegasnya.
Baca juga: Kemenag: Pemulangan Jemaah Haji ke Tanah Air Dimulai 11 Juni 2025
Sebelumnya, dilaporkan dua kloter asal Embarkasi Surabaya, yakni SUB 43 dan SUB 44, sempat tertunda keberangkatannya dari Jeddah, Arab Saudi, menuju Indonesia.
Penundaan itu atas pertimbangan keamanan jalur udara akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dimana masing-masing kloter membawa 380 anggota jamaah itu pun terpaksa menunggu lebih lama beberapa jam.
Sementara, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, juga telah memastikan seluruh jamaah dalam kondisi aman. Mereka telah ditampung di hotel-hotel di Jeddah sambil menunggu jadwal penerbangan baru.
“Insya Allah kita terus melakukan pendorongan jamaah sesuai dengan program yang kita desain. Sebagian sudah tiba di Bandara Jeddah untuk kembali ke Indonesia, sementara sebagian lainnya masih berada di Madinah dan akan tinggal sekitar sembilan hari ke depan sebelum dijadwalkan pulang,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :