Penguatan Ideologi Pancasila dan Semangat Kebangsaan di Tengah Konflik Antarnegara
Kamis, 26 Juni 2025 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: BPIP Gandeng UPI untuk Perkuat Ideologi Pancasila ke Masyarakat
Selain itu, lanjutnya, mekanisme diplomasi diusulkan agar diperkuat demi mencegah eskalasi militer yang berdampak global.
“Jalur strategis seperti Selat Hormuz atau Terusan Suez akan terguncang jika konflik terus diprovokasi. Otomatis kondisi itu akah menimbulkan kerugian ekonomi global jika ketegangan tidak dihentikan,” ungkap Syauqillah.
Secara garis besar, ungkapnya, peran Indonesia disuarakan melalui diplomasi, dialog, dan solidaritas kemanusiaan. Prinsip bebas aktif dipertahankan agar negara tidak menjadi alat proxy bagi kekuatan luar.
“Solusi dialogis harus diutamakan di mana pun konflik itu muncul,” tukasnya.
Menyikapi konflik global tersebut, Ia menilai nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila diteguhkan sebagai jembatan menyatukan berbagai perbedaan sekaligus untuk meredam provokasi yang timbul dari konflik tersebut, terutama yang mengatasnamakan agama.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa aksi provokasi yang mengatasnamakan keyakinan Islam dijelaskan sebagai distorsi ajaran sesungguhnya. Solidaritas terhadap korban konflik ditekankan tanpa mengabaikan persatuan dalam negeri.
“Kita harus bersolidaritas kepada korban kemanusiaan, tetapi tidak sampai memecah belah anak bangsa,” paparnya.
Selain itu, lanjutnya, mekanisme diplomasi diusulkan agar diperkuat demi mencegah eskalasi militer yang berdampak global.
“Jalur strategis seperti Selat Hormuz atau Terusan Suez akan terguncang jika konflik terus diprovokasi. Otomatis kondisi itu akah menimbulkan kerugian ekonomi global jika ketegangan tidak dihentikan,” ungkap Syauqillah.
Secara garis besar, ungkapnya, peran Indonesia disuarakan melalui diplomasi, dialog, dan solidaritas kemanusiaan. Prinsip bebas aktif dipertahankan agar negara tidak menjadi alat proxy bagi kekuatan luar.
“Solusi dialogis harus diutamakan di mana pun konflik itu muncul,” tukasnya.
Menyikapi konflik global tersebut, Ia menilai nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila diteguhkan sebagai jembatan menyatukan berbagai perbedaan sekaligus untuk meredam provokasi yang timbul dari konflik tersebut, terutama yang mengatasnamakan agama.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa aksi provokasi yang mengatasnamakan keyakinan Islam dijelaskan sebagai distorsi ajaran sesungguhnya. Solidaritas terhadap korban konflik ditekankan tanpa mengabaikan persatuan dalam negeri.
“Kita harus bersolidaritas kepada korban kemanusiaan, tetapi tidak sampai memecah belah anak bangsa,” paparnya.
Lihat Juga :