Prabowo Beri Cendera Mata Guci dan Keris Emas kepada Presiden Singapura
Senin, 16 Juni 2025 - 15:57 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memberikan cendera mata berupa guci putih-biru dan keris kuning emas ke Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam. Foto/BPMI Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan cendera mata guci putih-biru dan keris kuning emas kepadaPresiden Singapura Tharman Shanmugaratnam . Cendera mata itu sebagai simbol persahabatan dan warisan budaya Indonesia.
Pemberian cendera mata ini disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan kenegaraannya di Parliament House, Singapura, pada Senin (16/6/2025).
Sementara, Tharman juga memberikan anggrek ungu jenis Paraphalaenopsis kepada Prabowo, sebagai bentuk penghormatan khusus dari pemerintah Singapura. Anggrek tersebut kemudian diberi nama Dora Sigar Soemitro, sebagai penghormatan kepada Ibunda Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Abadikan Nama Ibunya pada Bunga Anggrek di Singapura
Nama anggrek tersebut dipilih langsung oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah ibunda tercinta, Dora Sigar Soemitro. Penamaan ini juga menjadi simbol kedekatan personal sekaligus wujud penghargaan diplomatik dalam tradisi Singapura.
“Saya sangat terharu karena diberikan kehormatan untuk memberi nama pada anggrek yang unik ini. Saya diberi kehormatan untuk mengusulkan sebuah nama, dan saya memilih nama ibu saya, sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, karena telah membesarkan saya. Telah membesarkan seorang anak yang mungkin cukup menyusahkan di masa kecilnya, tapi akhirnya menjadi Presiden Republik Indonesia,” kata Prabowo saat konferensi pers.
CEO Singapore National Parks, Ms. Hwang Yu-ning, turut hadir dalam prosesi tersebut dan menjelaskan secara langsung karakteristik anggrek kepada Presiden Prabowo. Dia juga menyerahkan buku berjudul “Singapore’s Orchid Diplomacy” kepada Presiden Prabowo.
Anggrek Paraphalante Dora Sigar Soemitro merupakan hibrida yang menawan dan dikenal sangat produktif dalam berbunga. Tanaman ini menghasilkan tangkai bunga tegak sepanjang 30 hingga 40 cm, dengan setiap tangkai menampilkan 8 hingga 12 kuntum bunga besar berdiameter sekitar 7 cm yang tersusun anggun dalam formasi menghadap ke luar.
Kelopak dan mahkota bunga berbentuk bintang berwarna merah muda lembut, dihiasi corak garis halus berwarna mawar yang kaya dan memudar ke arah ujung menjadi putih. Keindahan tersebut diperkuat oleh bibir bunga bercabang mencolok dengan dasar berwarna emas cerah bertotol merah marun, menciptakan kontras dramatis yang tetap harmonis dalam keseluruhan tampilan bunga yang elegan.
Penamaan anggrek ini bukan hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga representasi dari persahabatan yang terus tumbuh antara Indonesia dan Singapura. Melalui diplomasi bunga, kedua negara kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama erat di tengah dinamika kawasan dan tantangan global
Pemberian cendera mata ini disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan kenegaraannya di Parliament House, Singapura, pada Senin (16/6/2025).
Sementara, Tharman juga memberikan anggrek ungu jenis Paraphalaenopsis kepada Prabowo, sebagai bentuk penghormatan khusus dari pemerintah Singapura. Anggrek tersebut kemudian diberi nama Dora Sigar Soemitro, sebagai penghormatan kepada Ibunda Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Abadikan Nama Ibunya pada Bunga Anggrek di Singapura
Nama anggrek tersebut dipilih langsung oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah ibunda tercinta, Dora Sigar Soemitro. Penamaan ini juga menjadi simbol kedekatan personal sekaligus wujud penghargaan diplomatik dalam tradisi Singapura.
“Saya sangat terharu karena diberikan kehormatan untuk memberi nama pada anggrek yang unik ini. Saya diberi kehormatan untuk mengusulkan sebuah nama, dan saya memilih nama ibu saya, sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, karena telah membesarkan saya. Telah membesarkan seorang anak yang mungkin cukup menyusahkan di masa kecilnya, tapi akhirnya menjadi Presiden Republik Indonesia,” kata Prabowo saat konferensi pers.
CEO Singapore National Parks, Ms. Hwang Yu-ning, turut hadir dalam prosesi tersebut dan menjelaskan secara langsung karakteristik anggrek kepada Presiden Prabowo. Dia juga menyerahkan buku berjudul “Singapore’s Orchid Diplomacy” kepada Presiden Prabowo.
Anggrek Paraphalante Dora Sigar Soemitro merupakan hibrida yang menawan dan dikenal sangat produktif dalam berbunga. Tanaman ini menghasilkan tangkai bunga tegak sepanjang 30 hingga 40 cm, dengan setiap tangkai menampilkan 8 hingga 12 kuntum bunga besar berdiameter sekitar 7 cm yang tersusun anggun dalam formasi menghadap ke luar.
Kelopak dan mahkota bunga berbentuk bintang berwarna merah muda lembut, dihiasi corak garis halus berwarna mawar yang kaya dan memudar ke arah ujung menjadi putih. Keindahan tersebut diperkuat oleh bibir bunga bercabang mencolok dengan dasar berwarna emas cerah bertotol merah marun, menciptakan kontras dramatis yang tetap harmonis dalam keseluruhan tampilan bunga yang elegan.
Penamaan anggrek ini bukan hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga representasi dari persahabatan yang terus tumbuh antara Indonesia dan Singapura. Melalui diplomasi bunga, kedua negara kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama erat di tengah dinamika kawasan dan tantangan global
(zik)
Lihat Juga :