Greta Thunberg Cs Diculik Israel, Pemerintah Didorong Turun Tangan
Selasa, 10 Juni 2025 - 06:11 WIB
loading...
Greta Thunberg dikenal sebagai aktivis pro-Palestina. Foto/Getty Image/Thomas Lohnes
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia didorong untuk turun tangan membantu membebaskan aktivis kemanusiaan Greta Thunberg bersama 11 rekannya yang ditangkap dan disandera Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Pemerintah juga perlu untuk mengambil inisiatif dan aktif dalam membuka akses bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melonggarkan blokade Gaza oleh Israel dan membebaskan Greta Cs. “Indonesia menerima solusi dua negara sebagai jalan keluar yang paling kredibel untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan ini," kata Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa, Selasa (10/6/2025).
"Sudah semestinya kita mengingatkan Israel dan Amerika Serikat yang selalu mendukung aksi teror Israel di Palestina bahwa prinsip two state solution hanya efektif bila dibarengi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” sambungnya.
Baca juga: Siapa Greta Thunberg? Aktivis Pro-Palestina yang Diculik Israel Pernah Diejek Trump dan Putin
Teguh mengatakan, melihat veto terakhir Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB yang sebelumnya membahas gencatan senjata di Israel, masyarakat internasional tidak dapat berharap banyak pada Dewan Keamanan PBB. Kendati demikian, Majelis Umum PBB masih bisa diharapkan untuk menerbitkan resolusi mengecam blokade Israel dan penculikan aktivis kemanusiaan di kapal Madleen.
Baca juga: Militer Israel Culik Aktivis Greta Thunberg saat Kapalnya Hendak Kirim Bantuan ke Gaza
“Meskipun tidak memiliki kekuatan mengikat secara hukum, Resolusi Majelis Umum PBB dapat mempengaruhi perkembangan hukum internasional di mana resolusi tersebut dapat menjadi cerminan dari nilai-nilai global yang diterima luas,” tuturnya.
Selain itu, lembaga think tank yang dipimpin DR. Syahganda Nainggolan ini juga meminta PBB memberikan tekanan maksimal pada pemerintah Israel yang dengan sengaja menutup akses bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza dan menculik Greta cs.
Diketahui, Greta dan rombongan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk warga Gaza berlayar dengan kapal Madleen yang dioperasikan Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition/FFC). Mereka membawa bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat internasional dan berusaha menerobos blokade Israel.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melonggarkan blokade Gaza oleh Israel dan membebaskan Greta Cs. “Indonesia menerima solusi dua negara sebagai jalan keluar yang paling kredibel untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan ini," kata Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa, Selasa (10/6/2025).
"Sudah semestinya kita mengingatkan Israel dan Amerika Serikat yang selalu mendukung aksi teror Israel di Palestina bahwa prinsip two state solution hanya efektif bila dibarengi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” sambungnya.
Baca juga: Siapa Greta Thunberg? Aktivis Pro-Palestina yang Diculik Israel Pernah Diejek Trump dan Putin
Teguh mengatakan, melihat veto terakhir Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB yang sebelumnya membahas gencatan senjata di Israel, masyarakat internasional tidak dapat berharap banyak pada Dewan Keamanan PBB. Kendati demikian, Majelis Umum PBB masih bisa diharapkan untuk menerbitkan resolusi mengecam blokade Israel dan penculikan aktivis kemanusiaan di kapal Madleen.
Baca juga: Militer Israel Culik Aktivis Greta Thunberg saat Kapalnya Hendak Kirim Bantuan ke Gaza
“Meskipun tidak memiliki kekuatan mengikat secara hukum, Resolusi Majelis Umum PBB dapat mempengaruhi perkembangan hukum internasional di mana resolusi tersebut dapat menjadi cerminan dari nilai-nilai global yang diterima luas,” tuturnya.
Selain itu, lembaga think tank yang dipimpin DR. Syahganda Nainggolan ini juga meminta PBB memberikan tekanan maksimal pada pemerintah Israel yang dengan sengaja menutup akses bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza dan menculik Greta cs.
Diketahui, Greta dan rombongan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk warga Gaza berlayar dengan kapal Madleen yang dioperasikan Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition/FFC). Mereka membawa bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat internasional dan berusaha menerobos blokade Israel.
(rca)
Lihat Juga :