Lulusan UMB Diharapkan Mampu Menjawab Tantangan Zaman
Jum'at, 06 Juni 2025 - 12:28 WIB
loading...
Universitas Mercu Buana (UMB) mendorong para lulusannya menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi Indonesia. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Universitas Mercu Buana ( UMB ) mendorong para lulusannya menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi Indonesia dengan semangat Integrity, Innovation, dan Harmony. Para lulusan UMB didorong untuk tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga mengambil peran aktif dalam membangun masyarakat dan bangsa.
Hal tersebut dikatakan oleh Rektor UMB Andi Adriansyah dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda UMB Tahun Akademik 2024–2025, di Hall Nusantara, ICE BSD, Tangerang, Rabu (28/5/2025). “Lulusan Mercu Buana bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus peka terhadap kebutuhan masyarakat. Bangsa ini butuh kontribusi nyata dari generasi muda yang memiliki integritas, inovasi, dan semangat kolaborasi,” kata Andi.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 2.193 lulusan dari berbagai jenjang dikukuhkan. Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri keluarga wisudawan serta sivitas akademika kampus.
Baca juga: UMB Perkenalkan Teknologi Desain Mutakhir pada Siswa SMA di Tangerang
Tema wisuda adalah “Mewujudkan Lulusan Unggul dan Kompetitif Menuju Persaingan Global”. Namun, Rektor menekankan pentingnya menempatkan ilmu pengetahuan dalam kerangka pengabdian sosial dan pembangunan nasional.
UMB telah menetapkan visi jangka panjang untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya mampu bersaing secara global, tetapi juga berkontribusi di berbagai sektor pembangunan dari dunia usaha, industri kreatif, hingga pengembangan komunitas lokal.
“Di tengah tantangan global, kontribusi pada level nasional tak boleh dilupakan. Kemajuan bangsa dimulai dari komitmen tiap individu untuk memberi dampak positif di sekitarnya,” kata Andi.
Dia menambahkan, mahasiswa UMB mencatat berbagai prestasi membanggakan selama 2024, termasuk 20 medali internasional dan 63 medali nasional. Namun lebih dari itu, lanjut dia, UMB juga aktif mendorong mahasiswanya terlibat dalam program pengabdian masyarakat, wirausaha sosial, dan riset yang berdampak langsung.
“Ilmu yang tidak disertai nilai akan kering. Karena itu kami selalu menanamkan prinsip: belajar bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memajukan masyarakat,” pungkasnya.
Hal tersebut dikatakan oleh Rektor UMB Andi Adriansyah dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda UMB Tahun Akademik 2024–2025, di Hall Nusantara, ICE BSD, Tangerang, Rabu (28/5/2025). “Lulusan Mercu Buana bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus peka terhadap kebutuhan masyarakat. Bangsa ini butuh kontribusi nyata dari generasi muda yang memiliki integritas, inovasi, dan semangat kolaborasi,” kata Andi.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 2.193 lulusan dari berbagai jenjang dikukuhkan. Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri keluarga wisudawan serta sivitas akademika kampus.
Baca juga: UMB Perkenalkan Teknologi Desain Mutakhir pada Siswa SMA di Tangerang
Tema wisuda adalah “Mewujudkan Lulusan Unggul dan Kompetitif Menuju Persaingan Global”. Namun, Rektor menekankan pentingnya menempatkan ilmu pengetahuan dalam kerangka pengabdian sosial dan pembangunan nasional.
UMB telah menetapkan visi jangka panjang untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya mampu bersaing secara global, tetapi juga berkontribusi di berbagai sektor pembangunan dari dunia usaha, industri kreatif, hingga pengembangan komunitas lokal.
“Di tengah tantangan global, kontribusi pada level nasional tak boleh dilupakan. Kemajuan bangsa dimulai dari komitmen tiap individu untuk memberi dampak positif di sekitarnya,” kata Andi.
Dia menambahkan, mahasiswa UMB mencatat berbagai prestasi membanggakan selama 2024, termasuk 20 medali internasional dan 63 medali nasional. Namun lebih dari itu, lanjut dia, UMB juga aktif mendorong mahasiswanya terlibat dalam program pengabdian masyarakat, wirausaha sosial, dan riset yang berdampak langsung.
“Ilmu yang tidak disertai nilai akan kering. Karena itu kami selalu menanamkan prinsip: belajar bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memajukan masyarakat,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :