Koalisi Prabowo-Mega Menguat, PDIP Tegaskan Masih di Luar Pemerintahan
Selasa, 03 Juni 2025 - 11:31 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri saat menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila. Foto/BPMI
A
A
A
JAKARTA - Koalisi Prabowo Subianto - Megawati Soekarnoputri dinilai terus menguat setelah kedua tokoh tersebut bertemu.. Namun,Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebut masih berada di luar pemerintahan.
Politikus PDIP Guntur Romli tak menyoal jika ada tafsir politik seperti koalisi Prabowo-Megawati menguat. Menurutnya, analisis seperti ini sudah berkembang sejak silaturahmi Prabowo ke kediaman Megawati pada momen halalbihalal, 7 April 2025.
"Tapi sampai saat ini posisi PDI Perjuangan tetap di luar pemerintahan. Kalaupun ada perubahan posisi itu nanti diputuskan di Kongres," kata Guntur, Selasa (3/6/2025).
Saat disinggung apakah ada arahan DPP PDIP kepada seluruh kadernya untuk mendukung seluruh program pemerintah pascapertemuan Megawati dengan Prabowo, Guntur menyebut hal itu sudah dilakukan jauh sebelum dilakukannya pertemuan. "Sebelum pertemuan ini PDI Perjuangan kan memang mendukung program-program pemerintah kalau pro rakyat, kalau tidak kami kritisi," ujarnya
Baca Juga: Momen Pertemuan Prabowo, Gibran, dan Megawati yang Mencuri Perhatian Publik
Diberitakan sebelumnya, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra merespons keakraban Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri jelang dimulainya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin pagi (2/6/2025). Dedi mengungkap tanda-tanda Koalisi Prabowo-Mega menguat.
"Fondasi kebersamaan PDIP dan Presiden Prabowo sudah ada, tinggal memupuk dan mengintegrasikan kepentingan," ujar Dedi kepada SindoNews, Senin (2/6/2025).
Baca Juga: Koalisi Prabowo-Mega Menguat, Ini Tanda-tandanya
Menurut Dedi, posisi Puan Maharani di Parlemen Senayan yakni sebagai Ketua DPR RI jelas jalan rekonsiliasi PDIP dan Prabowo. Terlebih, lanjut Dedi, intensitas pertemuan dan keakraban Prabowo-Megawati kian mengesankan.
"Sebaliknya, Prabowo sudah tidak lagi intens dengan Jokowi. Ini penanda hubungan menguat antara Megawati dan Prabowo," ungkap Dedi.
Dedi melihat pujian dan sapaan akrab Prabowo itu juga bisa dibaca sebagai gestur keluwesan Prabowo ke Megawati, mengesankan hilangnya atau berkurangnya kecanggungan.
"Situasi ini bisa menjadi penentu masuknya PDIP ke pemerintah. Jika PDIP bergabung, peluang parpol oposisi tersisa bergabung juga besar," pungkasnya.
Politikus PDIP Guntur Romli tak menyoal jika ada tafsir politik seperti koalisi Prabowo-Megawati menguat. Menurutnya, analisis seperti ini sudah berkembang sejak silaturahmi Prabowo ke kediaman Megawati pada momen halalbihalal, 7 April 2025.
"Tapi sampai saat ini posisi PDI Perjuangan tetap di luar pemerintahan. Kalaupun ada perubahan posisi itu nanti diputuskan di Kongres," kata Guntur, Selasa (3/6/2025).
Saat disinggung apakah ada arahan DPP PDIP kepada seluruh kadernya untuk mendukung seluruh program pemerintah pascapertemuan Megawati dengan Prabowo, Guntur menyebut hal itu sudah dilakukan jauh sebelum dilakukannya pertemuan. "Sebelum pertemuan ini PDI Perjuangan kan memang mendukung program-program pemerintah kalau pro rakyat, kalau tidak kami kritisi," ujarnya
Baca Juga: Momen Pertemuan Prabowo, Gibran, dan Megawati yang Mencuri Perhatian Publik
Diberitakan sebelumnya, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra merespons keakraban Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri jelang dimulainya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin pagi (2/6/2025). Dedi mengungkap tanda-tanda Koalisi Prabowo-Mega menguat.
"Fondasi kebersamaan PDIP dan Presiden Prabowo sudah ada, tinggal memupuk dan mengintegrasikan kepentingan," ujar Dedi kepada SindoNews, Senin (2/6/2025).
Baca Juga: Koalisi Prabowo-Mega Menguat, Ini Tanda-tandanya
Menurut Dedi, posisi Puan Maharani di Parlemen Senayan yakni sebagai Ketua DPR RI jelas jalan rekonsiliasi PDIP dan Prabowo. Terlebih, lanjut Dedi, intensitas pertemuan dan keakraban Prabowo-Megawati kian mengesankan.
"Sebaliknya, Prabowo sudah tidak lagi intens dengan Jokowi. Ini penanda hubungan menguat antara Megawati dan Prabowo," ungkap Dedi.
Dedi melihat pujian dan sapaan akrab Prabowo itu juga bisa dibaca sebagai gestur keluwesan Prabowo ke Megawati, mengesankan hilangnya atau berkurangnya kecanggungan.
"Situasi ini bisa menjadi penentu masuknya PDIP ke pemerintah. Jika PDIP bergabung, peluang parpol oposisi tersisa bergabung juga besar," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :