Posko Kesehatan Berteknologi Canggih Siaga Lindungi Jemaah Haji di Armuzna
Senin, 02 Juni 2025 - 23:36 WIB
loading...
Ruang Kontrol Pusat Kesehatan Haji di Mina dilengkapi teknologi canggih untuk memberikan layanan cepat, responsif, dan terintegrasi kepada para jemaah. Foto/IMG/ARMYDIAN KURNIAWAN
A
A
A
MINA - Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina ( Armuzna ), tantangan kesehatan menjadi perhatian utama di tengah suhu ekstrem dan kepadatan jutaan jemaah. Untuk itu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyiagakan fasilitas medis modern selama 24 jam penuh, guna memastikan seluruh jamaah mendapat layanan cepat, responsif, dan terintegrasi.
Salah satu terobosan paling menonjol tahun ini adalah penggunaan teknologi canggih di Pusat Kesehatan Mina. Sistem layanan darurat kini mampu merespons panggilan dalam waktu hanya dua detik. Posko-posko pelayanan kesehatan yang tersebar di titik strategis terhubung langsung dengan ruang kontrol pusat, memungkinkan tim medis bergerak cepat ke lokasi jemaah yang membutuhkan pertolongan.
Tak hanya itu, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai diimplementasikan untuk membantu diagnosis medis secara real time. Teknologi ini dikombinasikan dengan pengiriman obat menggunakan drone, yang memangkas waktu distribusi secara signifikan.
Baca Juga: Arab Saudi Gelar Parade Militer Besar Jelang Puncak Ibadah Haji 2025
"Dengan drone, waktu pengiriman obat yang sebelumnya bisa mencapai satu jam 20 menit kini hanya enam menit. Ini sangat membantu mempercepat layanan di lapangan," kata CEO Pusat Rujukan Medis Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Noval Aljuran, saat ditemui iNews Media Group di fasilitas kesehatan Mina.
Aljuran juga mengingatkan jemaah untuk waspada terhadap penyakit yang berhubungan dengan panas. "Sebagai dokter dan tenaga medis darurat, kami mengimbau agar jemaah berhati-hati terhadap penyakit yang terkait panas. Usahakan beristirahat saat ada waktu, hindari sinar matahari langsung, gunakan payung atau pelindung kepala, dan minum air sebanyak mungkin."
Data terkini menunjukkan bahwa suhu di kawasan Armuzna dapat mencapai antara 45 hingga 51 derajat Celsius. Situasi ini meningkatkan risiko heatstroke, dehidrasi, dan kelelahan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta.
Hingga 1 Juni 2025, lebih dari 81.000 layanan medis telah diberikan kepada jemaah melalui sistem digital yang terhubung secara terpadu. Teknologi yang terintegrasi ini juga memungkinkan otoritas untuk memantau kondisi kesehatan jemaah secara menyeluruh dan mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.
Inovasi dan kesiapsiagaan ini menjadikan Mina sebagai pusat sistem kesehatan haji yang paling modern dan terorganisasi di dunia. Dengan kombinasi teknologi AI, drone, dan sistem layanan digital terpusat, Arab Saudi menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi kesehatan jemaah di masa puncak ibadah haji.
Salah satu terobosan paling menonjol tahun ini adalah penggunaan teknologi canggih di Pusat Kesehatan Mina. Sistem layanan darurat kini mampu merespons panggilan dalam waktu hanya dua detik. Posko-posko pelayanan kesehatan yang tersebar di titik strategis terhubung langsung dengan ruang kontrol pusat, memungkinkan tim medis bergerak cepat ke lokasi jemaah yang membutuhkan pertolongan.
Tak hanya itu, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai diimplementasikan untuk membantu diagnosis medis secara real time. Teknologi ini dikombinasikan dengan pengiriman obat menggunakan drone, yang memangkas waktu distribusi secara signifikan.
Baca Juga: Arab Saudi Gelar Parade Militer Besar Jelang Puncak Ibadah Haji 2025
"Dengan drone, waktu pengiriman obat yang sebelumnya bisa mencapai satu jam 20 menit kini hanya enam menit. Ini sangat membantu mempercepat layanan di lapangan," kata CEO Pusat Rujukan Medis Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Noval Aljuran, saat ditemui iNews Media Group di fasilitas kesehatan Mina.
Aljuran juga mengingatkan jemaah untuk waspada terhadap penyakit yang berhubungan dengan panas. "Sebagai dokter dan tenaga medis darurat, kami mengimbau agar jemaah berhati-hati terhadap penyakit yang terkait panas. Usahakan beristirahat saat ada waktu, hindari sinar matahari langsung, gunakan payung atau pelindung kepala, dan minum air sebanyak mungkin."
Data terkini menunjukkan bahwa suhu di kawasan Armuzna dapat mencapai antara 45 hingga 51 derajat Celsius. Situasi ini meningkatkan risiko heatstroke, dehidrasi, dan kelelahan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta.
Hingga 1 Juni 2025, lebih dari 81.000 layanan medis telah diberikan kepada jemaah melalui sistem digital yang terhubung secara terpadu. Teknologi yang terintegrasi ini juga memungkinkan otoritas untuk memantau kondisi kesehatan jemaah secara menyeluruh dan mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.
Inovasi dan kesiapsiagaan ini menjadikan Mina sebagai pusat sistem kesehatan haji yang paling modern dan terorganisasi di dunia. Dengan kombinasi teknologi AI, drone, dan sistem layanan digital terpusat, Arab Saudi menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi kesehatan jemaah di masa puncak ibadah haji.
(zik)
Lihat Juga :