Prabowo dan Li Qiang Saksikan Penandatanganan 4 Kerja Sama Ekonomi
Minggu, 25 Mei 2025 - 21:14 WIB
loading...
Penandatanganan empat kerja sama Pemerintah Indonesia dan China di bidang ekonomi disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Penandatanganan empat kerja sama Pemerintah Indonesia dan China di bidang ekonomi disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang . Penandatanganan kerja sama tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5/2025).
Dalam suasana penuh kehormatan dan persahabatan, prosesi penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) strategis dimulai setelah pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara. Penandatanganan dilakukan langsung oleh para perwakilan kementerian, lembaga, serta mitra strategis dari kedua negara.
Pertama, nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China yang menyepakati pembentukan Kerangka Kerja Sama Transaksi Bilateral dalam Mata Uang Lokal (local currency transaction framework). Kerja sama ini ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China Pan Gongsheng.
Baca juga: SOP Buntut hingga Wingko Babat Jadi Sajian Makan Siang Prabowo dan Li Qiang
Kedua, kerja sama Dewan Ekonomi Nasional RI dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok atau National Development and Reform Commission (NDRC) China dalam kebijakan pembangunan ekonomi. Mou ini ditandatangani oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua NDRC Zheng Shanjie.
Ketiga, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Perdagangan China mengenai Penguatan Kerja Sama Ekonomi di Bidang Industri dan Rantai Pasok. Kerja sama ini ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.
Keempat, MoU trilateral antara Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan China, dan Pemerintah Provinsi Fujian China mengenai proyek Two Countries Twin Parks. MoU ini ditandatangani Airlangga dan dan Wang Wentao.
Selain empat MoU yang ditandatangani langsung di hadapan kedua pemimpin, delapan dokumen kerja sama lainnya diumumkan oleh pembawa acara dan ditandatangani secara terpisah. Antara lain kerja sama antara Kementerian Pariwisata RI dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RRT, serta protokol penting terkait ekspor durian beku dari Indonesia ke China yang ditandatangani oleh otoritas karantina kedua negara.
Kesepakatan di sektor kesehatan juga menjadi sorotan, dengan ditandatanganinya dua dokumen kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan lembaga-lembaga kesehatan RRT mengenai pengobatan tradisional China dan penanggulangan tuberkulosis.
Sektor media turut memperkuat kolaborasi, ditandai dengan dua nota kesepahaman antara Lembaga Kantor Berita Nasional Antara dengan China Media Group serta Xinhua News Agency dalam bidang pemberitaan dan pertukaran informasi.
Penandatanganan juga mencakup kerja sama investasi antara Danantara dan China Investment Corporation, serta penguatan hubungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia.
Sebelumnya, Prabowo mengatakan kunjungan Li Qiang ini sangat penting bagi Indonesia dan menegaskan persahabatan yang baik erat antara China dan Indonesia. "Kita menandai 75 tahun hubungan diplomatik, juga tahun ini 70 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, Indonesia dan China memiliki sejarah panjang. Bahkan, kini menjadi mitra hubungan strategik yang komprehensif khususnya bidang ekonomi.
Dalam suasana penuh kehormatan dan persahabatan, prosesi penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) strategis dimulai setelah pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara. Penandatanganan dilakukan langsung oleh para perwakilan kementerian, lembaga, serta mitra strategis dari kedua negara.
Pertama, nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China yang menyepakati pembentukan Kerangka Kerja Sama Transaksi Bilateral dalam Mata Uang Lokal (local currency transaction framework). Kerja sama ini ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China Pan Gongsheng.
Baca juga: SOP Buntut hingga Wingko Babat Jadi Sajian Makan Siang Prabowo dan Li Qiang
Kedua, kerja sama Dewan Ekonomi Nasional RI dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok atau National Development and Reform Commission (NDRC) China dalam kebijakan pembangunan ekonomi. Mou ini ditandatangani oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua NDRC Zheng Shanjie.
Ketiga, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Perdagangan China mengenai Penguatan Kerja Sama Ekonomi di Bidang Industri dan Rantai Pasok. Kerja sama ini ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.
Keempat, MoU trilateral antara Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan China, dan Pemerintah Provinsi Fujian China mengenai proyek Two Countries Twin Parks. MoU ini ditandatangani Airlangga dan dan Wang Wentao.
Selain empat MoU yang ditandatangani langsung di hadapan kedua pemimpin, delapan dokumen kerja sama lainnya diumumkan oleh pembawa acara dan ditandatangani secara terpisah. Antara lain kerja sama antara Kementerian Pariwisata RI dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RRT, serta protokol penting terkait ekspor durian beku dari Indonesia ke China yang ditandatangani oleh otoritas karantina kedua negara.
Kesepakatan di sektor kesehatan juga menjadi sorotan, dengan ditandatanganinya dua dokumen kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan lembaga-lembaga kesehatan RRT mengenai pengobatan tradisional China dan penanggulangan tuberkulosis.
Sektor media turut memperkuat kolaborasi, ditandai dengan dua nota kesepahaman antara Lembaga Kantor Berita Nasional Antara dengan China Media Group serta Xinhua News Agency dalam bidang pemberitaan dan pertukaran informasi.
Penandatanganan juga mencakup kerja sama investasi antara Danantara dan China Investment Corporation, serta penguatan hubungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia.
Sebelumnya, Prabowo mengatakan kunjungan Li Qiang ini sangat penting bagi Indonesia dan menegaskan persahabatan yang baik erat antara China dan Indonesia. "Kita menandai 75 tahun hubungan diplomatik, juga tahun ini 70 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, Indonesia dan China memiliki sejarah panjang. Bahkan, kini menjadi mitra hubungan strategik yang komprehensif khususnya bidang ekonomi.
(rca)
Lihat Juga :