Bertemu Perdana Menteri China, Puan Minta Dukungan Akhiri Perang di Gaza
Minggu, 25 Mei 2025 - 20:18 WIB
loading...
Ketua DPR Puan Maharani menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China Li Qiang di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (25/5/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China Li Qiang di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (25/5/2025). Puan turut menyinggung kondisi yang terjadi di Gaza, Palestina saat bertemu dengan Li Qiang.
Puan awalnya menyampaikan bahwa dalam pertemuan yang digelar secara tertutup, dibahas berbagai isu terkait kerja sama bilateral kedua negara, bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan kerja sama antarparlemen.
"Kami juga membahas situasi politik dan ekonomi global dan regional," kata Puan usai pertemuan.
Baca juga: SOP Buntut hingga Wingko Babat Jadi Sajian Makan Siang Prabowo dan Li Qiang
Salah satu situasi global yang dibahas yakni perang yang terjadi antara Palestina dan Israel. Puan berharap, China juga turut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.
"Termasuk juga kami membahas terkait dengan bagaimana membuka blokade kemanusiaan yang ada di Gaza, meminta dukungan kepada RRT dan bagaimana agar perang yang ada di wilayah Gaza bisa segera berakhir dengan adanya two state solution," ujarnya.
Di sisi lain, kata dia, kunjungan ini sekaligus refleksi hubungan diplomatik yang terbangun diantara kedua negara. Puan menjelaskan, hubungan ini sudah terjalin sejak 70 tahun lalu ketika adanya kerja sama Konferensi Asia Afrika (KAA).
Baca juga: Terima Kunjungan PM China, Prabowo: Menandai 75 Tahun Hubungan Diplomatik
Pada saat itu, Indonesia dan China bersama-sama ingin membebaskan negara-negara berkembang yang ada di Asia Afrika untuk mendapatkan kemerdekaannya.
"Jadi hubungan ini sudah berjalan dari dulu yang tadi mana Yang Mulia Perdana Menteri Li Qiang menyatakan bahwa hubungan itu dimulai dari persahabatan antara Yang Mulia Mao Zedong dengan Bapak Presiden Soekarno, dan itu berlanjut sampai sekarang," tuturnya.
"Alhamdulillah mudah-mudahan hubungan ini bisa semakin baik, semakin erat dan tentu saja meningkat dari waktu ke waktu untuk kesejahteraan kedua rakyat yang ada di kedua negara," pungkasnya.
Dalam pertemuan bilateral ini, Puan didampingi Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Irine Yusiana Roba Putri, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie Othniel Frederic Palit, Anggota Komisi I DPR Junico BP Siahaan, Anggota Komisi III DPR Gilang Dhielafararez, hingga Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun.
Sementara itu, PM China Li Qiang didampingi Chairman Komisi Reformasi dan Pembangunan atau National Development and Reform Commission (NDRC) China, Zheng Shanjie hingga Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, Duta Besar China untuk RI Wang Lutong, dan sejumlah perwakilan kabinet China lainnya.
Puan awalnya menyampaikan bahwa dalam pertemuan yang digelar secara tertutup, dibahas berbagai isu terkait kerja sama bilateral kedua negara, bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan kerja sama antarparlemen.
"Kami juga membahas situasi politik dan ekonomi global dan regional," kata Puan usai pertemuan.
Baca juga: SOP Buntut hingga Wingko Babat Jadi Sajian Makan Siang Prabowo dan Li Qiang
Salah satu situasi global yang dibahas yakni perang yang terjadi antara Palestina dan Israel. Puan berharap, China juga turut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.
"Termasuk juga kami membahas terkait dengan bagaimana membuka blokade kemanusiaan yang ada di Gaza, meminta dukungan kepada RRT dan bagaimana agar perang yang ada di wilayah Gaza bisa segera berakhir dengan adanya two state solution," ujarnya.
Di sisi lain, kata dia, kunjungan ini sekaligus refleksi hubungan diplomatik yang terbangun diantara kedua negara. Puan menjelaskan, hubungan ini sudah terjalin sejak 70 tahun lalu ketika adanya kerja sama Konferensi Asia Afrika (KAA).
Baca juga: Terima Kunjungan PM China, Prabowo: Menandai 75 Tahun Hubungan Diplomatik
View this post on Instagram
Pada saat itu, Indonesia dan China bersama-sama ingin membebaskan negara-negara berkembang yang ada di Asia Afrika untuk mendapatkan kemerdekaannya.
"Jadi hubungan ini sudah berjalan dari dulu yang tadi mana Yang Mulia Perdana Menteri Li Qiang menyatakan bahwa hubungan itu dimulai dari persahabatan antara Yang Mulia Mao Zedong dengan Bapak Presiden Soekarno, dan itu berlanjut sampai sekarang," tuturnya.
"Alhamdulillah mudah-mudahan hubungan ini bisa semakin baik, semakin erat dan tentu saja meningkat dari waktu ke waktu untuk kesejahteraan kedua rakyat yang ada di kedua negara," pungkasnya.
Dalam pertemuan bilateral ini, Puan didampingi Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Irine Yusiana Roba Putri, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie Othniel Frederic Palit, Anggota Komisi I DPR Junico BP Siahaan, Anggota Komisi III DPR Gilang Dhielafararez, hingga Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun.
Sementara itu, PM China Li Qiang didampingi Chairman Komisi Reformasi dan Pembangunan atau National Development and Reform Commission (NDRC) China, Zheng Shanjie hingga Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, Duta Besar China untuk RI Wang Lutong, dan sejumlah perwakilan kabinet China lainnya.
(rca)
Lihat Juga :