Profil Jusuf Manggabarani, Eks Wakapolri yang Pernah Jadi Kapolda di 2 Daerah Berbeda
Selasa, 20 Mei 2025 - 14:49 WIB
loading...
Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Jusuf Manggabarani dikabarkan meninggal dunia di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kabar duka datang dari keluarga besar Korps Bhayangkara. Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Jusuf Manggabarani dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi putra almarhum yakni Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Manggabarani. Edy mengatakan sang ayah tutup usia di RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar, Selasa (20/5/2025).
Pada riwayatnya, Jusuf diketahui sebagai lulusan AKABRI 1975. Di samping itu, sederet pendidikan lain juga pernah ditempuhnya, seperti Jurpa Brimob (1975), PTIK (1984), Sespim (1987), dan Sespati (1999).
Beralih ke jejak kariernya, Jusuf Manggabarani memiliki banyak pengalaman selama bertugas di Polri. Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara pun sudah pernah diembannya.
Lulus dari Akabri, Jusuf memulai kariernya sebagai Pama Komdak XV/Bali pada 1975. Setelahnya, dia beralih menjadi Danton 3 Kompi 5142 Satbrimobda Komdak XV/Bali (1976), Danki 5142 Satbrimobda Komdak XV/Bali (1977), Danki 5115 Satbrimobda Komdak XV/Bali (1978), Paur Ops Satbrimobda Komdak XV/Bali (1979), dan Kasat Sabhara Poltabes Ujung Pandang (1981).
Perlahan tapi pasti, karier Jusuf di Polri terus menanjak. Bukan hanya pangkat, hal ini dibuktikan dengan kepercayaan untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di Korps Bhayangkara.
Setelah menjadi Kabag Ops Poltabes Ujung Pandang (1982) dan Wadansat Brimob Komdak XVIII/Sulselra (1983), Jusuf kemudian digeser sebagai Wadansat Brimob Polda Nusra (1984). Lalu, ia ditugaskan sebagai Danden Gegana Pusbrimob Polri (1988), Kasat Brimob Polda Sulselra (1990), Kasat Brimob Polda Nusra (1992), serta Kasat Gegana Pusbrimob Polri (1993).
Pada 1998, Jusuf ditunjuk menjadi Kapolwiltabes Bandung. Tak lama, itu diangkat menjadi Wakapolda Sulsel (1999) sebelum akhirnya dipercaya untuk menjabat Kakor Brimob Polri (2001).
Kariernya semakin moncer saat ditunjuk menjadi Kapolda Aceh pada 2002. Lalu, Jusuf juga berkesempatan menjadi Kapolda Sulsel periode 2003-2005. Sukses menjadi Kapolda di dua daerah berbeda, Jusuf kemudian beralih menjadi Kadiv Propam Polri pada 2005. Di 2007, ia diangkat sebagai Irwasum Polri.
Puncak karier Jusuf Manggabarani didapat pada 2010. Waktu itu, jenderal asal Gowa ini dipercaya menjadi Wakapolri menggantikan Makbul Padmanagara.
Dalam bidang akademisi, dia juga menunjukkan dedikasi tinggi. Dia pernah menempuh berbagai pendidikan lanjutan seperti Jurpa Brimob, PTIK, Sespim, dan Sespati, yang menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kariernya .
Jusuf dikenal sebagai perwira yang tegas namun ramah. Ia sering meladeni media dengan sikap terbuka, mencerminkan transparansi dan dedikasinya dalam melayani masyarakat. Dalam berbagai jabatan yang diembannya, ia selalu menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam tubuh kepolisian .
Sebagai penghormatan atas perjalanan hidup dan pengabdiannya, Jusuf Manggabarani meluncurkan buku biografi berjudul “Cahaya Bhayangkara” pada tahun 2011. Buku ini menggambarkan perjalanan kariernya dari awal hingga menjabat sebagai Wakapolri, menjadi inspirasi bagi generasi muda dan anggota kepolisian.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi putra almarhum yakni Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Manggabarani. Edy mengatakan sang ayah tutup usia di RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar, Selasa (20/5/2025).
Profil Jusuf Manggabarani
Komjen Pol (Purn) Jusuf Manggabarani merupakan purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) Polri. Sebelum pensiun, dia pernah menjadi Wakapolri periode 2010-2011. Sekelumit tentang Jusuf Manggabarani. Dia lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 11 Februari 1953.Pada riwayatnya, Jusuf diketahui sebagai lulusan AKABRI 1975. Di samping itu, sederet pendidikan lain juga pernah ditempuhnya, seperti Jurpa Brimob (1975), PTIK (1984), Sespim (1987), dan Sespati (1999).
Beralih ke jejak kariernya, Jusuf Manggabarani memiliki banyak pengalaman selama bertugas di Polri. Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara pun sudah pernah diembannya.
Lulus dari Akabri, Jusuf memulai kariernya sebagai Pama Komdak XV/Bali pada 1975. Setelahnya, dia beralih menjadi Danton 3 Kompi 5142 Satbrimobda Komdak XV/Bali (1976), Danki 5142 Satbrimobda Komdak XV/Bali (1977), Danki 5115 Satbrimobda Komdak XV/Bali (1978), Paur Ops Satbrimobda Komdak XV/Bali (1979), dan Kasat Sabhara Poltabes Ujung Pandang (1981).
Perlahan tapi pasti, karier Jusuf di Polri terus menanjak. Bukan hanya pangkat, hal ini dibuktikan dengan kepercayaan untuk mengisi jabatan-jabatan strategis di Korps Bhayangkara.
Setelah menjadi Kabag Ops Poltabes Ujung Pandang (1982) dan Wadansat Brimob Komdak XVIII/Sulselra (1983), Jusuf kemudian digeser sebagai Wadansat Brimob Polda Nusra (1984). Lalu, ia ditugaskan sebagai Danden Gegana Pusbrimob Polri (1988), Kasat Brimob Polda Sulselra (1990), Kasat Brimob Polda Nusra (1992), serta Kasat Gegana Pusbrimob Polri (1993).
Pada 1998, Jusuf ditunjuk menjadi Kapolwiltabes Bandung. Tak lama, itu diangkat menjadi Wakapolda Sulsel (1999) sebelum akhirnya dipercaya untuk menjabat Kakor Brimob Polri (2001).
Kariernya semakin moncer saat ditunjuk menjadi Kapolda Aceh pada 2002. Lalu, Jusuf juga berkesempatan menjadi Kapolda Sulsel periode 2003-2005. Sukses menjadi Kapolda di dua daerah berbeda, Jusuf kemudian beralih menjadi Kadiv Propam Polri pada 2005. Di 2007, ia diangkat sebagai Irwasum Polri.
Puncak karier Jusuf Manggabarani didapat pada 2010. Waktu itu, jenderal asal Gowa ini dipercaya menjadi Wakapolri menggantikan Makbul Padmanagara.
Dalam bidang akademisi, dia juga menunjukkan dedikasi tinggi. Dia pernah menempuh berbagai pendidikan lanjutan seperti Jurpa Brimob, PTIK, Sespim, dan Sespati, yang menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kariernya .
Keberanian yang Melegenda
Salah satu kisah yang paling dikenang dari Jusuf Manggabarani adalah keberaniannya menghadapi preman bernama Sukri di Palopo, Sulawesi Selatan. Saat itu, tidak ada polisi yang berani menghadapi Sukri yang terkenal kejam dan ditakuti. Namun, Jusuf, yang saat itu berpangkat Komisaris Besar, menerima tantangan Sukri untuk duel senjata. Dalam peristiwa tersebut, Jusuf berhasil mengalahkan Sukri, dan sejak itu beredar cerita bahwa ia “kebal peluru” .Jusuf dikenal sebagai perwira yang tegas namun ramah. Ia sering meladeni media dengan sikap terbuka, mencerminkan transparansi dan dedikasinya dalam melayani masyarakat. Dalam berbagai jabatan yang diembannya, ia selalu menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam tubuh kepolisian .
Sebagai penghormatan atas perjalanan hidup dan pengabdiannya, Jusuf Manggabarani meluncurkan buku biografi berjudul “Cahaya Bhayangkara” pada tahun 2011. Buku ini menggambarkan perjalanan kariernya dari awal hingga menjabat sebagai Wakapolri, menjadi inspirasi bagi generasi muda dan anggota kepolisian.
(cip)
Lihat Juga :