Keran Pekerja Migran Domestik ke Arab Saudi akan Dibuka Lagi, Perlindungan Maksimal Harus Dilakukan

Selasa, 20 Mei 2025 - 09:59 WIB
loading...
Keran Pekerja Migran...
Lokakarya Konsultasi Multi Stakeholder tentang Penempatan Pekerja Rumah Tangga Migran Indonesia ke Arab Saudi di Jakarta. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pembukaan kembali penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Arab Saudi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan perlindungan yang lebih maksimal bagi para pekerja migran.

Ketua Bidang Organisasi Apjati Adi Febrianto Sudrajat mengungkapkan, selama moratorium penempatan berlangsung, banyak pekerja migran terpaksa menempuh jalur non-prosedural, yang membuat mereka rentan terhadap eksploitasi dan minim perlindungan hukum.

"Pembukaan penempatan pekerja migran sektor domestik di Arab Saudi merupakan keputusan yang tepat dan harus didukung secara penuh," ujar Adi, dikutip Selasa (20/5/2025).

Adi menambahkan, dengan penempatan yang dilakukan secara prosedural, hak-hak pekerja akan lebih terjamin dan mereka dapat bekerja dengan lebih aman serta bermartabat.

Baca Juga: Indonesia Kembali Kirim TKI ke Arab Saudi, Segini Gaji dan Bonusnya

Direktur Jenderal Penempatan dan Perlindungan PMI di Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Ahnas menjelaskan, pemerintah sedang menyiapkan proses pembukaan layanan penempatan PMI secara terencana. Salah satunya melalui kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi melalui sistem Musaned, platform resmi yang akan digunakan untuk menjamin perlindungan serta kepastian hukum bagi para PMI.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi agar sistem penempatan ini berjalan baik dan benar-benar memberi rasa aman bagi para pekerja kita," ujar Ahnas.

Diketahui, Indonesia akan mencabut moratorium pekerja migran Indonesia ke Arab Saudi yang sudah berlangsung sejak tahun 2015. Dengan begitu, sebanyak 600 ribu orang akan diberangkatkan pada bulan Juni mendatang.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya tengah berdiskusi dengan otoritas Arab Saudi untuk ketetapan penerimaan kembali tenaga kerja Indonesia.

"Jadi kalau seandainya nanti Maret ini ada penandatangan MoU, rencana kami berdua sepakat paling lambat Juni kita sudah mulai mengirim pemberangkatan pertama," kata Karding kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/3/2025).



Dia menjelaskan, Arab Saudi menawarkan 600 ribu lapangan kerja yang disediakan untuk pekerja migran Indonesia. "600 ribu orang untuk dikirim di sana terdiri dari 400 ribu domestik pekerja lingkungan rumah tangga, yang 200 sampai 250 ribu mereka janjikan untuk pekerja formal," jelasnya.

Karding menambahkan, penyaluran tenaga kerja dari Indonesia akan dilakukan secara terpusat lewat platform Musaned. "Dikontrol dalam banyak hal. Jadi orang majikan, majikan itu kalau mau ngambil pekerja dia harus daftar dulu ke Musaned sini, dan harus punya deposit untuk gaji."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Kepala BGN: Program...
Kepala BGN: Program MBG Akan Diberlakukan di Arab Saudi
Kasus TPPO Turun Signifikan,...
Kasus TPPO Turun Signifikan, Hendarsam: Kerentanan di Daerah Migran Masih Tinggi
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Rekomendasi
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Berita Terkini
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Infografis
43 Negara yang akan...
43 Negara yang akan Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved