Menakar Kans Jokowi Kembali ke Politik melalui PSI

Jum'at, 16 Mei 2025 - 12:56 WIB
loading...
Menakar Kans Jokowi...
Joko Widodo (Jokowi) dan Kaesang Pangarep. Foto/Instagram PSI
A A A
JAKARTA - Nama Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) digadang-gadang maju menjadi calon ketua umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ) pada Pemilu Raya parpol berlambang mawar itu. Mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) itu masih mengalkulasi hal tersebut.

“Masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kalah,” kata Jokowi di Solo, Rabu (14/5/2025).

Maka itu, dia belum mendaftar karena masa pendaftaran Calon Ketum PSI masih panjang, yakni sampai Juni 2025. Terkait kemungkinan akan bersaing dengan putranya sendiri, Kaesang Pangarep yang kini menjadi Ketua Umum PSI, Jokowi belum bisa memastikan.

Baca juga: Projo Sebut Jokowi Bakal Ambil Keputusan Politik Dalam Waktu Dekat



“Kalau saya mendaftar, mungkin yang lain malah enggak mendaftar,” tuturnya.

Mengenai peluang, dirinya belum tahu. Sepengetahuannya, pemilihan Ketua Umum PSI akan menggunakan e-voting one man one vote. Seluruh anggota diberi hak untuk memilih, sehingga itu menjadi sesuatu yang sulit untuk diprediksi.

Dikatakannya, penggunaan e-voting merupakan sesuatu yang bagus. Sebab pada era digital seperti sekarang, keterlibatan semua anggota sangat penting, termasuk dalam pemilihan ketua partai.

Baca juga: Ray Rangkuti Dorong Kaesang Maju Lawan Jokowi di Pemilihan Ketum PSI



Artinya kepemilikan terhadap partai betul-betul di tangan anggota. “Saya kira bagus, dan kalau perlu kantor DPC, DPD, dan kantor di tingkat kecamatan semua pakai virtual office. Tapi regulasinya perlu dirubah,” ungkapnya.

Jokowi memperkirakan, partai ke depan akan seperti itu sekaligus selaras dengan Partai Super Tbk yang pernah ia disampaikan gagasannya.

Kans Jokowi Kembali ke Politik melalui PSI Kecil

Analis Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai kans Jokowi kembali ke politik melalui PSI kecil. Sebab, menurut Kunto, PSI levelnya Kaesang.

“Kalau menurut saya, kans Jokowi kembali ke politik melalui PSI sih kecil. Karena, PSI itu levelnya Kaesang. Enggak levellah buat Pak Jokowi untuk masuk PSI,” kata Kunto Adi kepada SindoNews, Jumat (16/5/2025).

Selain itu, kata dia, PSI juga tidak memiliki kursi di DPR. “Jadi kan, buat apa kemudian ke partai yang enggak ada kursi di DPR? Secara politik juga enggak punya kekuatan riil di DPR,” tuturnya.

Adapun menteri-menteri di Kabinet Prabowo-Gibran yang memiki kedekatan dengan Jokowi, Kunto menilai sifatnya tidak aman karena sewaktu-waktu bisa kena reshuffle. “Kalaupun ada menteri dan segala macam sifatnya enggak aman juga kapan pun bisa di-reshuffle dan enggak bisa ngapa-ngapain kan,” tuturnya.

“Menurut saya, lebih menguntungkan reputasi Pak Jokowi kalau dia berada di belakang layar politik seperti sekarang dengan tetap punya power yang riil di politik walaupun tidak ada di depan layar,” sambungnya.

Menurut dia, bukan hal penting Jokowi menjadi pemimpin sebuah partai politik (parpol). Dia berpendapat, lebih baik Gibran Rakabuming Raka yang masuk parpol.

“Dan kalau perlu Gibran dan Kaesang jadi ketum-ketum parpol, kan justru itu menguntungkan Pak Jokowi. Jadi enggak usah dia secara langsung ada di parpol,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai kemungkinan Jokowi maju dalam pemilihan calon ketum PSI mengemuka menimbang sampai sekarang.

“Ia belum memiliki kendaraan politik untuk menopang pengaruh dan menjaga legacy pemerintahannya selama 2 periode silam sebagaimana Mega dan SBY,” tutur Agung dihubungi terpisah.

Agung menuturkan, relevansi realitas politik itu semakin menemui momentum bila kini, Jokowi dan keluarga intensif menerima serangan bertubi-tubi dari berbagai arah sebagai ekses kepemimpinannya sekaligus residu Pilpres 2024.

Pada bagian lain, kata dia, PSI secara institusional juga membutuhkan sosok kuat agar bisa lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. “Di fase ini, pertanyaan mendasar muncul, apakah Jokowi tertarik menimbang beragam kepentingan politik dirinya yang berkelindan dengan kebutuhan PSI?” ungkapnya.

“Minusnya, Jokowi menjadi ‘milik PSI’, bukan lagi milik semua dan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bila PSI tak mentransformasi cepat magnet figur Jokowi ke dalam sistem kepartaian dikhawatirkan akan over-dependent alias terlalu bergantung kepada sosoknya. “Padahal, fungsi-fungsi partai untuk menghadirkan sosok-sosok baru melalui rekrutmen, kaderisasi, seleksi, dan seterusnya harus berjalan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved