Jet Tempur J-10C Buatan China Jatuhkan Rafale Prancis, Pengamat: Jangan Terburu-buru Menyimpulkan
Minggu, 11 Mei 2025 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 6 Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara Naik Pangkat dan 4 Pensiun
Dalam insiden ini, lanjut dia, misalnya, bisa saja Pakistan memiliki keunggulan situasional karena bertahan di wilayah udaranya sendiri, atau karena memiliki dukungan intelijen dan radar yang lebih baik dalam momen tersebut.
Baca juga: AS: Jet Tempur J-10 China Milik Pakistan Tembak Jatuh 2 Pesawat India, Salah Satunya Rafale
Kedua, J-10C dan Rafale memiliki keunggulan yang berbeda. J-10C dikenal sebagai pesawat generasi 4.5 yang mengandalkan radar AESA, rudal PL-10 dengan pencitraan pencari inframerah (IRST), dan rudal udara-ke-udara (AAM) PL-15.
Sementara Rafale unggul dalam kemampuan multirole, manuverabilitas tinggi, avionik canggih, dan integrasi sistem peperangan elektronik. “Jadi, ketika Rafale tertembak jatuh, itu tidak otomatis berarti pesawat tersebut ‘kalah kelas’, melainkan bisa jadi karena keunggulan taktis atau momen spesifik yang dieksploitasi lawan,” tuturnya.
Ketiga, setiap insiden semacam ini juga sering menjadi ajang glorifikasi atau pembuktian bagi produsen dan pemasar alutsista. Dalam industri pertahanan global yang sangat kompetitif, keberhasilan di medan tempur kerap dimanfaatkan sebagai bukti superioritas produk.
Baca juga: 10 Sebab Jet Tempur J-10C Pakistan Bisa Tembak Jatuh 3 Rafale India yang Lebih Canggih
Dalam insiden ini, lanjut dia, misalnya, bisa saja Pakistan memiliki keunggulan situasional karena bertahan di wilayah udaranya sendiri, atau karena memiliki dukungan intelijen dan radar yang lebih baik dalam momen tersebut.
Baca juga: AS: Jet Tempur J-10 China Milik Pakistan Tembak Jatuh 2 Pesawat India, Salah Satunya Rafale
Kedua, J-10C dan Rafale memiliki keunggulan yang berbeda. J-10C dikenal sebagai pesawat generasi 4.5 yang mengandalkan radar AESA, rudal PL-10 dengan pencitraan pencari inframerah (IRST), dan rudal udara-ke-udara (AAM) PL-15.
Sementara Rafale unggul dalam kemampuan multirole, manuverabilitas tinggi, avionik canggih, dan integrasi sistem peperangan elektronik. “Jadi, ketika Rafale tertembak jatuh, itu tidak otomatis berarti pesawat tersebut ‘kalah kelas’, melainkan bisa jadi karena keunggulan taktis atau momen spesifik yang dieksploitasi lawan,” tuturnya.
Ketiga, setiap insiden semacam ini juga sering menjadi ajang glorifikasi atau pembuktian bagi produsen dan pemasar alutsista. Dalam industri pertahanan global yang sangat kompetitif, keberhasilan di medan tempur kerap dimanfaatkan sebagai bukti superioritas produk.
Baca juga: 10 Sebab Jet Tempur J-10C Pakistan Bisa Tembak Jatuh 3 Rafale India yang Lebih Canggih
Lihat Juga :