Soal Perang India-Pakistan, TNI: Ancaman Perang Terbuka Masih Ada

Sabtu, 10 Mei 2025 - 19:08 WIB
loading...
Soal Perang India-Pakistan,...
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyebut ancaman perang terbuka masih ada hingga sekarang. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) merespons perang antara India-Pakistan yang terjadi baru-baru ini. TNI menyebut ini menjadi pelajaran bahwa ancaman perang terbuka masih relevan di era sekarang.

"Serangan India ke Pakistan atau perang antara India dan Pakistan ini menjadi pelajaran juga buat kita bahwa ancaman terhadap timbulnya perang terbuka itu masih ada hari ini," ucap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi dikutip Sabtu (10/5/2025).

Oleh karenanya, Kristomei menyebut pertahanan negara yang kuat dan kebutuhan tentara masih sangat diperlukan. Kristomei menjelaskan negara memang tidak mengharapkan adanya perang, namun demikian bukan tidak mungkin perang juga bisa terjadi.

Baca juga: Militer India Akui Kerugian Besar Akibat Serangan Pakistan

"Bukan tidak mungkin suatu saat akan terjadi di negara kita juga. Karena itu program Presiden, program pemerintah untuk meningkatkan, memperkuat pertahanan negara ya harus kita dukung," ungkap dia.

Apalagi menurutnya pertahanan di Indonesia menjadi tantangan sendiri karena lokasi geografisnya yang terpisah-pisah. "Apalagi negara kita yang luas, terpisah-pisah pulau itu kan akan lebih susah dibandingkan dengan yang hanya dipisahkan dengan daratan saja," tutur dia.

"Lautnya aja berapa banyak itu, pulaunya berapa banyak, berbeda suku, berbeda bahasa. Tentu tantangan kita lebih berat lah apabila menghadapi invansi atau serangan," tandasnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Prabowo: Perang di Mana-mana,...
Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Tidak Terlibat tapi Waspada
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Rekomendasi
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved