4 Jenderal TNI Bikin Parpol, Dua di Antaranya Jadi Presiden
Sabtu, 10 Mei 2025 - 16:14 WIB
loading...
Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono. Foto/Tangkapan layar Instagram @prabowo
A
A
A
JAKARTA - Sedikitnya ada empat Jenderal TNI yang pernah bikin partai politik ( parpol ). Dari beberapa jenderal yang bikin parpol, ada yang terpilih menjadi presiden.
Melihat riwayat politik di Indonesia, ada banyak purnawirawan militer yang memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur politik. Tak cukup bergabung dengan parpol, sebagian memilih untuk mendirikannya sendiri.
Keputusan para purnawirawan jenderal ini dalam mendirikan parpol didorong oleh banyak faktor. Di antaranya seperti keinginan untuk memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan stabilitas negara, sesuai dengan semangat pengabdian yang telah lama mereka pegang saat berdinas.
Edi Sudrajat adalah Panglima ABRI tahun 1993. Setelah pensiun dari militer, ia mulai banyak menghabiskan waktu di ranah politik bersama Golkar
Pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Juli 1998, Edi Sudrajat sebenarnya masuk kandidat ketua umum (ketum) baru. Namun, ia kalah suara dari Akbar Tandjung.
Setelah munaslub itu, muncul ketidakpuasan dari faksi-faksi dalam Golkar. Akibatnya, sejumlah tokoh mendirikan Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB) yang kemudian menjelma sebagai Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) dengan Edi Sudrajat sebagai ketua umum pertamanya.
Berikutnya ada Wiranto. Saat aktif di militer, ia meraih puncak karier ketika menjadi Panglima TNI.
Pensiun dari TNI, Wiranto mulai menapaki karier politik. Ia sempat menjadi bagian Golkar dan pernah memenangkan Konvensi Calon Presiden pada 2004.
Pada akhirnya, Wiranto diusung menjadi capres dari Golkar bersama Salahuddin Wahid. Namun, pasangan ini kalah suara pada putaran pertama.
Beberapa waktu berlalu, Wiranto merintis partai sendiri bersama sejumlah tokoh lain pada November 2006. Ia menamainya sebagai Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden ke-6 RI. Ia menjabat dua periode, terhitung sejak 2004 hingga 2014.
Sebelum itu, SBY lebih dulu berkarier di militer. Di TNI, ia juga banyak menempati jabatan strategis hingga pensiun.
Baca Juga: Jejak 4 Jenderal TNI di Pilpres, SBY Menang 2 Kali
Purnatugas di militer, SBY kemudian menjajaki politik. Puncaknya, ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mendirikan Partai Demokrat pada 9 September 2001.
Sebelum terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2024 lalu, Prabowo sudah dikenal luas dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Partai tersebut didirikan pada 6 Februari 2008 setelah dirinya hengkang dari Partai Golkar.
Baca Juga: Persamaan SBY dan Prabowo, Angkat Sosok Militer Jadi Seskab
Prabowo juga pernah aktif di militer. Salah satu jabatan mentereng yang pernah diduduki adalah Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Demikian ulasan mengenai sejumlah Jenderal TNI yang pernah bikin partai politik (parpol). Semoga artikel ini menambah pengetahuan pembaca SindoNews.
Melihat riwayat politik di Indonesia, ada banyak purnawirawan militer yang memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur politik. Tak cukup bergabung dengan parpol, sebagian memilih untuk mendirikannya sendiri.
Keputusan para purnawirawan jenderal ini dalam mendirikan parpol didorong oleh banyak faktor. Di antaranya seperti keinginan untuk memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan stabilitas negara, sesuai dengan semangat pengabdian yang telah lama mereka pegang saat berdinas.
Jenderal TNI yang Bikin Parpol
1. Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat
Edi Sudrajat adalah Panglima ABRI tahun 1993. Setelah pensiun dari militer, ia mulai banyak menghabiskan waktu di ranah politik bersama Golkar
Pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Juli 1998, Edi Sudrajat sebenarnya masuk kandidat ketua umum (ketum) baru. Namun, ia kalah suara dari Akbar Tandjung.
Setelah munaslub itu, muncul ketidakpuasan dari faksi-faksi dalam Golkar. Akibatnya, sejumlah tokoh mendirikan Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB) yang kemudian menjelma sebagai Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) dengan Edi Sudrajat sebagai ketua umum pertamanya.
2. Jenderal TNI (Purn) Wiranto
Berikutnya ada Wiranto. Saat aktif di militer, ia meraih puncak karier ketika menjadi Panglima TNI.
Pensiun dari TNI, Wiranto mulai menapaki karier politik. Ia sempat menjadi bagian Golkar dan pernah memenangkan Konvensi Calon Presiden pada 2004.
Pada akhirnya, Wiranto diusung menjadi capres dari Golkar bersama Salahuddin Wahid. Namun, pasangan ini kalah suara pada putaran pertama.
Beberapa waktu berlalu, Wiranto merintis partai sendiri bersama sejumlah tokoh lain pada November 2006. Ia menamainya sebagai Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
3. Jenderal TNI (HOR) (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden ke-6 RI. Ia menjabat dua periode, terhitung sejak 2004 hingga 2014.
Sebelum itu, SBY lebih dulu berkarier di militer. Di TNI, ia juga banyak menempati jabatan strategis hingga pensiun.
Baca Juga: Jejak 4 Jenderal TNI di Pilpres, SBY Menang 2 Kali
Purnatugas di militer, SBY kemudian menjajaki politik. Puncaknya, ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mendirikan Partai Demokrat pada 9 September 2001.
4. Jenderal TNI (HOR) (Purn) Prabowo Subianto
Lanjut, ada Prabowo Subianto . Kini, ia menjabat sebagai Presiden ke-8 RI.Sebelum terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2024 lalu, Prabowo sudah dikenal luas dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Partai tersebut didirikan pada 6 Februari 2008 setelah dirinya hengkang dari Partai Golkar.
Baca Juga: Persamaan SBY dan Prabowo, Angkat Sosok Militer Jadi Seskab
Prabowo juga pernah aktif di militer. Salah satu jabatan mentereng yang pernah diduduki adalah Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Demikian ulasan mengenai sejumlah Jenderal TNI yang pernah bikin partai politik (parpol). Semoga artikel ini menambah pengetahuan pembaca SindoNews.
(zik)
Lihat Juga :