Dedi Mulyadi The Next Jokowi? Parpol Harus Hadirkan Pemimpin yang Bisa Beri Solusi

Jum'at, 09 Mei 2025 - 14:45 WIB
loading...
Dedi Mulyadi The Next...
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Arif Julianto dan Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Sosok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencuat dalam percaturan politik nasional. Pria kelahiran Subang, Jawa Barat, 12 April 1971 ini makin dikenal masyarakat karena rajin ngonten.

Alhasil, mantan Bupati Purwakarta ini pun dijuluki Gubernur Konten. Tidak sedikit juga netizen yang menyebut KDM atau Kang Dedi Mulyadi ini sebagai The Next Jokowi .

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai wajar. Fernando pun menganggap KDM dengan Jokowi punya kesamaan.

Baca juga: Profil Aura Cinta, Remaja Bekasi yang Viral usai Debat dengan Dedi Mulyadi



“Wajar saja kalau ada pihak yang menganggap bahwa Dedi Mulyadi merupakan The Next Joko Widodo (Jokowi) karena sejak di awal kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Barat selalu menggunakan media sosial untuk mempublikasikan aktivitasnya,” kata Fernando kepada SindoNews, Jumat (9/5/2025).

“Sama seperti Jokowi yang saat menjadi Gubernur Jakarta menggunakan media untuk mempublikasikan aktivitasnya. Dedi Mulyadi dan Jokowi sama-sama pernah menjadi pemimpin tingkat wali kota atau kabupaten yang kepemimpinannya juga dilakukan secara sensasional dan mengundang perhatian publik,” sambungnya.

Selain itu, kata Fernando, sepertinya motivasi keduanya juga sama menjadikan jambatan kepala daerah untuk membangun karier politik pada tingkat yang lebih tinggi. “Saya juga melihat bahwa jabatan kepala daerah yang saat ini diemban oleh Dedi Mulyadi untuk kepentingan bisa menuju jabatan tingkat nasional sebagai Presiden atau Wakil Presiden,” ungkapnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Larang Pungutan Sumbangan di Jalan, Ini Kata Warga Bekasi

Sehingga, lanjut dia, Dedi Mulyadi memaksimalkan penggunaan media sosial untuk mempublikasikan kegiatannya agar popularitas dan elektabilitas semakin baik. Menurut Fernando, seharusnya kepala daerah lebih memprioritaskan hasil kerjanya dibanding lebih mempublikasikan apa yang dikerjakan.

“Sehingga sangat terlihat sekali apa tujuan dari Dedi Mulyadi mempublikasikan kegiatannya hanya untuk kepentingan politik. Sebaiknya kepala daerah jangan lebih memprioritaskan membangun citra diri sehingga hasil kerja secara faktual tidak sebanding dengan hasil kerja yang dipromosikan melalui media.

Baca juga: Anggota DPR Nilai Syarat Vasektomi dan Militerisasi Anak Dedi Mulyadi Melanggar HAM

Parpol Harus Hadirkan Pemimpin yang Bisa Beri Solusi


Fernando mengatakan, seharusnya masyarakat menjadikan Jokowi sebagai pembelajaran untuk memilih pemimpin ke depan. “Jangan hanya melihat popularitas dan aktivitasnya yang terkesan populis, namun minim kerja nyata dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dia menambahkan, begitu juga dengan partai politik, sudah saatnya mencari pemimpin bukan hanya pertimbangan pragmatis, namun menghadirkan pemimpin yang bisa memberikan solusi dan menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa. Dia menuturkan, semua stakeholder harus bisa memberikan pendidikan politik kepada pemilih, sehingga mampu menjadi pemilih cerdas yang memilih bukan karena emosi tetapi kapabilitasnya.

“Kalau melihat konten yang dibuat oleh tim kreatif Dedi Mulyadi memang sengaja untuk menyasar ibu-ibu yang akan bisa memberikan manfaat banyak kalau mereka sudah tersentuh dan menjadi pendukung,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia versi THE WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved