Cold Storage Perlu Dibangun di Timur Indonesia untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 07 Mei 2025 - 20:18 WIB
loading...
Cold Storage Perlu Dibangun...
Pembukaan International Indonesia Seafood & Meat (IISM) Expo yang digelar di JiEXPO, Rabu (7/5/2025). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Upaya Presiden Prabowo dalam menjaga ketahanan pangan nasional bisa terhambat jika fasilitas penyimpanan belum tersedia secara merata, khususnya di kawasan timur Indonesia. Karena itu, perlu dibangun sarana prasana untuk mendukung adanya cold storage di wilayah Indonesia Timur.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Cold Chain Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia, Tejo Mulyono, dalam seminar pembukaan International Indonesia Seafood & Meat (IISM) Expo yang digelar di JiEXPO, Rabu (7/5/2025). Ia menyoroti bahwa pembangunan fasilitas cold storage di kawasan timur Indonesia masih minim, salah satunya disebabkan oleh masalah infrastruktur listrik.

"Masalahnya soal jaringan listrik yang masih suka naik turun di Timur Indonesia. Ini menjadi kendala untuk pembangunan cold storage," ungkap Tejo.

Menurutnya, pemerataan ketahanan pangan tidak akan terwujud tanpa didukung sarana dan prasarana yang memadai, termasuk jaringan listrik yang stabil. Ketersediaan cold storage sangat penting untuk menjaga kesegaran produk pangan, khususnya di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat distribusi utama.

Pameran IISM 2025 yang berlangsung pada 7–10 Mei ini menghadirkan 250 perusahaan dari berbagai negara dan ditargetkan menarik 30 ribu pengunjung. Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi sistem rantai dingin Indonesia agar menjadi lebih cerdas, efisien, dan kompetitif secara global.

"Pameran seperti IISM dan Indonesia Cold Chain Expo, serta pameran pendamping lainnya sangat penting sebagai platform pertukaran pengetahuan, kemitraan, dan komitmen terhadap kualitas yang dibutuhkan oleh industri pangan dan logistik nasional," kata Tejo.

Pelaksana kegiatan, PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI), turut menekankan pentingnya sistem rantai dingin terintegrasi, seiring dengan meningkatnya ekspor produk makanan laut dan daging serta kebutuhan domestik atas jaminan keamanan pangan dan distribusi yang efisien.

Direktur WAKENI, Sofianto Widjaja, menyebut bahwa pameran rantai dingin dan logistik ini merupakan momentum penting untuk membangun dan memperkuat ekosistem rantai dingin di Indonesia.

"Pameran ini merupakan langkah strategis dan ajakan kolektif bagi pelaku usaha untuk bertransformasi bersama, khususnya dalam proses bisnis yang terkait dengan penyimpanan dan distribusi produk pangan serta barang mudah rusak, baik di Indonesia maupun di pasar global," kata Sofianto.

Dalam IISM Expo, pengunjung dapat menjumpai berbagai produk makanan laut dan daging segar maupun beku, termasuk protein alternatif dan daging nabati yang telah bersertifikasi halal dan siap ekspor. Inovasi yang ditampilkan meliputi sistem pendingin berbasis Internet of Things (IoT), unit pembeku dengan kendali jarak jauh, hingga infrastruktur hemat energi yang cocok diterapkan di wilayah kepulauan.

Sementara itu, di ajang Warehousing & Storage Handling Expo, solusi pergudangan modern turut dipamerkan, seperti sistem pelacakan inventaris berbasis teknologi dan peralatan penanganan material terkini. Semua ini ditujukan untuk memperkuat rantai pasok nasional dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Produksi Beras Naik...
Produksi Beras Naik Sebentar
Tinjau Pembangunan Yonif...
Tinjau Pembangunan Yonif TP 887/KTM, Menhan: Untuk Pertahanan dan Bantu Rakyat
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Berita Terkini
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved