Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla 2025, Menko Polkam: Tekan Angka Kebakaran
Selasa, 29 April 2025 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Deretan Dirreskrimsus yang Dimutasi Kapolri pada Maret 2025, Ini Daftar Namanya
Berdasarkan data BMKG yang juga terintegrasi dengan data satelit Kemenhut dan BNPB, musim kemarau tahun ini akan dimulai secara bertahap per wilayah mulai April hingga September 2025. Sementara berdasarkan data satelit Terra Aqua NASA, terdapat 144 titik api dengan confidence level tinggi.
Selain itu, berdasarkan data lapangan, terdapat 97 kejadian karhutla hingga 17 April 2025, dan khusus di Riau, terdapat 80 hektare darurat karhutla. BG menyebut wilayah yang sejauh ini tercatat mengalami kebakaran lahan yakni di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
“Sebagai langkah strategi dan penguatan, pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bergotong royong, bahu-membahu, dan bekerja sama untuk meningkatkan mitigasi dan mencegah terjadinya karhutla,” ucapnya.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini menyebut, mitigasi dan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin, termasuk dengan melakukan modifikasi cuaca hujan per 1 Mei, water bombing, heli patroli, mengisi embung-embung, parit-parit, kanal-kanal, serta mempertahankan tinggi muka air di lahan gambut.
“Kepada para gubernur, wali kota, dan bupati segera menyiapkan seluruh stakeholders di wilayahnya, termasuk koordinasi dengan BNPB dan Kementerian Kehutanan,” katanya.
Berdasarkan data BMKG yang juga terintegrasi dengan data satelit Kemenhut dan BNPB, musim kemarau tahun ini akan dimulai secara bertahap per wilayah mulai April hingga September 2025. Sementara berdasarkan data satelit Terra Aqua NASA, terdapat 144 titik api dengan confidence level tinggi.
Selain itu, berdasarkan data lapangan, terdapat 97 kejadian karhutla hingga 17 April 2025, dan khusus di Riau, terdapat 80 hektare darurat karhutla. BG menyebut wilayah yang sejauh ini tercatat mengalami kebakaran lahan yakni di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
“Sebagai langkah strategi dan penguatan, pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bergotong royong, bahu-membahu, dan bekerja sama untuk meningkatkan mitigasi dan mencegah terjadinya karhutla,” ucapnya.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini menyebut, mitigasi dan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin, termasuk dengan melakukan modifikasi cuaca hujan per 1 Mei, water bombing, heli patroli, mengisi embung-embung, parit-parit, kanal-kanal, serta mempertahankan tinggi muka air di lahan gambut.
“Kepada para gubernur, wali kota, dan bupati segera menyiapkan seluruh stakeholders di wilayahnya, termasuk koordinasi dengan BNPB dan Kementerian Kehutanan,” katanya.
Lihat Juga :