Mulyadi-Ali Mukhni Kembalikan Dukungan, PDIP Pilih Tak Ikut Pilgub Sumbar
Minggu, 06 September 2020 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
"Mbak Puan dalam rapat partai pengumuman yang terbuka untuk umum, PDIP mengusung Mulyadi-Ali Mukhni sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera barat. Keputusan partai ini menunjukkan bahwa PDIP benar-benar melakukan seleksi calon secara objektif karena Mulyadi dan Ali Mukhni adalah kader Demokrat dan PAN yang posisi politiknya saat ini berada di luar pemerintahan," katanya.
Alex menegaskan PDIP tidak pernah menyimpan dendam atau sakit hati terkait hasil pilpres maupun Pileg 2019 di Sumatera Barat. "Terbukti kami mengusung Ketua PAN Sumatera Barat pada saat pengumuman itu dilaksanakan. Meskipun dua kursi PDIP DPR pada Pileg 2014 direbut oleh PAN pada Pileg 2019," katanya.
Sehubungan dengan rekaman Ali Mukhni yang mengembalikan rekomendasi dan pernyataan Mulyadi bahwa belum adanya B1-KWK yang diserahkan, Alex mengaku sangat kecewa karena mengetahui hal tersebut justru dari media. "Harusnya sebagai orang yang dituakan, bisa memberikan tauladan pada kami, datang tampak muka pergi tampak punggung. PDI Perjuangan adalah partai yang menjalankan mekanisme kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit," tuturnya.
Karena itulah, kata Alex, setelah menyerahkan rekomendasi dukungan oleh diserahkan politikus PDIP, Utut Adianto kepada Mulyadi di Kantor DPP PDIP pada Rabu (2/9/2020), ditindaklanjuti dengan B1-KWK yang diserahkan oleh DPD PDIP di Padang pada Kamis (4/9/2020) kepada petugas penghubung paslon dengan KPUD untuk pemberkasan. "Tentu saja hal ini diketahui dan atas persetujuan Paslon. Kemarin orang yang sama mengembalikan B1-KWK kepada kami. Dengan demikian, drama yang ngalor ngidul ini telah mencapai ujungnya," katanya.
Alex menegaskan PDIP tidak pernah menyimpan dendam atau sakit hati terkait hasil pilpres maupun Pileg 2019 di Sumatera Barat. "Terbukti kami mengusung Ketua PAN Sumatera Barat pada saat pengumuman itu dilaksanakan. Meskipun dua kursi PDIP DPR pada Pileg 2014 direbut oleh PAN pada Pileg 2019," katanya.
Sehubungan dengan rekaman Ali Mukhni yang mengembalikan rekomendasi dan pernyataan Mulyadi bahwa belum adanya B1-KWK yang diserahkan, Alex mengaku sangat kecewa karena mengetahui hal tersebut justru dari media. "Harusnya sebagai orang yang dituakan, bisa memberikan tauladan pada kami, datang tampak muka pergi tampak punggung. PDI Perjuangan adalah partai yang menjalankan mekanisme kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit," tuturnya.
Karena itulah, kata Alex, setelah menyerahkan rekomendasi dukungan oleh diserahkan politikus PDIP, Utut Adianto kepada Mulyadi di Kantor DPP PDIP pada Rabu (2/9/2020), ditindaklanjuti dengan B1-KWK yang diserahkan oleh DPD PDIP di Padang pada Kamis (4/9/2020) kepada petugas penghubung paslon dengan KPUD untuk pemberkasan. "Tentu saja hal ini diketahui dan atas persetujuan Paslon. Kemarin orang yang sama mengembalikan B1-KWK kepada kami. Dengan demikian, drama yang ngalor ngidul ini telah mencapai ujungnya," katanya.
(cip)
Lihat Juga :