Tak Ingin Petani Merugi, Ganjar Perintahkan ASN Borong Sayur dengan Harga Pantas
Jum'at, 04 September 2020 - 19:44 WIB
loading...
Tak ingin petani merugi, Gubernur Ganjar pun memerintahkan semua ASN memborong hasil sayur petani dengan harga pantas.
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung mengambil langkah cepat merespon keluhan para petani sayur di Jawa Tengah menyusul anjloknya harga berbagai komoditas sayuran di pasaran. Padahal, saat ini banyak petani yang sedang memasuki musim panen.
Tak ingin petani merugi, Ganjar pun memerintahkan semua ASN memborong hasil sayur petani dengan harga pantas.
Untuk diketahui, di Magelang harga kol di pasaran, saat ini hanya laku Rp500 perkilogram. Padahal biasanya, kol dibanderol seharga Rp2000 perkilonya. Selain itu, tomat yang biasanya Rp4000, kini hanya laku Rp500 perkilogram. Selain itu, ada pula sawi yang biasanya Rp1000 perkilogram, kini hanya laku Rp250.
Sementara di Kendal, harga cabai merah yang biasanya Rp15.000 perkilogram, kini dihargai Rp7000 perkilogram. Cabai rawit dari harga biasanya Rp12.000 perkilogram, hanya laku Rp8000 saja.
Akibatnya, banyak petani yang merugi dengan anjloknya harga itu. Tak sedikit pula yang rela membagi-bagikan sayurannya secara gratis kepada masyarakat, daripada menjual dengan harga murah.
Sementara itu, perintah Ganjar langsung ditindaklanjuti KORPRI, organisasi ASN di lingkungan Pemprov Jateng dengan menggelar Gerakan KORPRI Peduli Petani. Mereka kemudian menghimpun para ASN untuk membeli sayur-sayuran itu dengan harga pantas.
Tak ingin petani merugi, Ganjar pun memerintahkan semua ASN memborong hasil sayur petani dengan harga pantas.
Untuk diketahui, di Magelang harga kol di pasaran, saat ini hanya laku Rp500 perkilogram. Padahal biasanya, kol dibanderol seharga Rp2000 perkilonya. Selain itu, tomat yang biasanya Rp4000, kini hanya laku Rp500 perkilogram. Selain itu, ada pula sawi yang biasanya Rp1000 perkilogram, kini hanya laku Rp250.
Sementara di Kendal, harga cabai merah yang biasanya Rp15.000 perkilogram, kini dihargai Rp7000 perkilogram. Cabai rawit dari harga biasanya Rp12.000 perkilogram, hanya laku Rp8000 saja.
Akibatnya, banyak petani yang merugi dengan anjloknya harga itu. Tak sedikit pula yang rela membagi-bagikan sayurannya secara gratis kepada masyarakat, daripada menjual dengan harga murah.
Sementara itu, perintah Ganjar langsung ditindaklanjuti KORPRI, organisasi ASN di lingkungan Pemprov Jateng dengan menggelar Gerakan KORPRI Peduli Petani. Mereka kemudian menghimpun para ASN untuk membeli sayur-sayuran itu dengan harga pantas.
Lihat Juga :