Firnando Ganinduto Dukung Kebijakan Efisiensi Anggaran, Ini Alasannya
Selasa, 11 Februari 2025 - 12:51 WIB
loading...
Anggota Komisi VI DPR Firnando Hadityo Ganinduto mendukung kebijakan penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilakukan Pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto/Dok DPR
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Firnando Hadityo Ganinduto mendukung kebijakan penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilakukan Pemerintahan Prabowo-Gibran . Dia menilai langkah tersebut merupakan upaya dalam melakukan tata kelola keuangan negara agar lebih optimal.
"Saya kira itu sebuah terobosan yang bagus. Efisiensi adalah opsi paling relevan di tengah gejolak perekonomian global yang penuh ketidakpastian," ujar Firnando, Selasa (11/2/2025).
Politikus Muda Partai Golkar itu mengatakan, selama ini penggunaan anggaran negara banyak yang tidak bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat di bawah. “Kalau saya lihat, banyak hal-hal yang tidak penting. Anggaran negara selama ini banyak digunakan untuk acara-acara ke luar kota dan ke luar negeri,” ujarnya.
Baca juga: APBN Dihemat, Ekonomi Semakin Berat
“Tentu kegiatan tersebut akan menguras biaya yang lebih besar. Yang jelas kunjungan-kunjungan semacam itu kurang begitu penting. Jadi sudah tepat dengan adanya kebijakan efisiensi ini," kritik Firnando.
Di samping itu, kementerian dan lembaga yang kerap menggelar rapat di hotel-hotel pasti mengeluarkan biaya cukup besar. Karenanya, menurut dia, kementerian harus bijak mengelola anggaran yang diterimanya.
"Saya kira itu sebuah terobosan yang bagus. Efisiensi adalah opsi paling relevan di tengah gejolak perekonomian global yang penuh ketidakpastian," ujar Firnando, Selasa (11/2/2025).
Politikus Muda Partai Golkar itu mengatakan, selama ini penggunaan anggaran negara banyak yang tidak bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat di bawah. “Kalau saya lihat, banyak hal-hal yang tidak penting. Anggaran negara selama ini banyak digunakan untuk acara-acara ke luar kota dan ke luar negeri,” ujarnya.
Baca juga: APBN Dihemat, Ekonomi Semakin Berat
“Tentu kegiatan tersebut akan menguras biaya yang lebih besar. Yang jelas kunjungan-kunjungan semacam itu kurang begitu penting. Jadi sudah tepat dengan adanya kebijakan efisiensi ini," kritik Firnando.
Di samping itu, kementerian dan lembaga yang kerap menggelar rapat di hotel-hotel pasti mengeluarkan biaya cukup besar. Karenanya, menurut dia, kementerian harus bijak mengelola anggaran yang diterimanya.
Lihat Juga :