Jebolan Akmil 90-an yang Sukses Jadi Danjen Kopassus, Nomor 1 dan 6 Peraih Adhi Makayasa
Senin, 03 Februari 2025 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Seiring waktu, karier Iwan di militer berangsur naik. Iwan pecah bintang 1 menjadi Brigjen TNI saat menjadi Danrem 173/Praja Vira Braja (2020-2021). Sempat menjadi Waaslat KSAD Bidang Kermamil (2021-2022).
Iwan kemudian kembali ke Korps Baret Merah sebagai Danjen Kopassus (2022-2023) dan naik pangkat menjadi Mayor Jenderal (bintang 2). Setelah itu, Iwan ditunjuk menjadi Pangdam XII/Tanjungpura (2023-2024). Setahun lebih menjabat, ia lalu mendapat promosi jabatan sebagai Danpussenif pada awal Desember 2024.
Iwan merupakan Perwira Kopassus yang sukses mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak gunung tertinggi di dunia yakni Mount Everest pada 1997.
Ekspedisi yang dilakukan menyambut HUT ke-45 Kopassus ini berupa pendakian ke puncak gunung tertinggi di dunia. Misi tersebut digagas Presiden ke-8 Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Menariknya, Iwan yang kala itu masih berpangkat Lettu menjadi satu dari tiga prajurit Kopassus yang berhasil mencapai puncak Everest. Di sana, ia bersama Sertu Misirin dan Pratu Asmujiono menancapkan bendera Merah Putih.
![Jebolan Akmil 90-an yang Sukses Jadi Danjen Kopassus, Nomor 1 dan 6 Peraih Adhi Makayasa]()
Deddy tercatat menghabiskan sebagian besar karier militernya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Deddy menjabat Pangdam Diponegoro menggantikan Mayjen TNI Tandyo Budi.
Jenderal TNI AD kelahiran Bandung, Jawa Barat, 14 September 1973 ini telah menyelesaikan berbagai pendidikan militer selain di Akmil, yakni Sesarcab Infanteri (1996), Komando, Diklapa I, Selapa II, Seskoad (Lulusan Terbaik Susreg XLVII 2010), dan Sesko TNI (2019).
Berbagai jabatan pernah diembannya, di antaranya Danyon 22 Grup 2/Sandi Yudha, Dandenma Kopassus, Dandim 0623/Cilegon, Dan Grup 2/Sandi Yudha. Kemudian, Ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode 2017—2019, Pamen Denma Mabesad, Kasrem 061/Surya Kencana, Danrem 074/Warastratama. Selanjutnya, Wadanjen Kopassus (2021—2022).
Sempat mengemban tugas sebagai Kasdam IV/Diponegoro, Deddy kemudian kembali ke kesatuan yang membesarkannya sebagai Danjen Kopassus pada 2023-2024 sebelum akhirnya menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro hingga sekarang.
![Jebolan Akmil 90-an yang Sukses Jadi Danjen Kopassus, Nomor 1 dan 6 Peraih Adhi Makayasa]()
Djon adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995 dari satuan Infanteri Kopassus. Djon tamat pendidikan dengan predikat lulusan terbaik dan berhak atas penghargaan Adhi Makayasa. Djon memiliki orang tua yang berasal dari kalangan militer. Ayahnya adalah seorang purnawirawan Jenderal TNI AD, yakni Mayjen (Purn) Afifudin Thaib.
Selama berkarier di militer, Djon banyak berdinas di Korps Baret Merah. Tercatat, dia pernah menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus, Pasilat Ops Grup 1 Kopassus (2002), Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus (2007), Pabandya Ops Kopassus (2009), hingga Danyon 13 Grup 1/Kopassus (2010-2011).
Iwan kemudian kembali ke Korps Baret Merah sebagai Danjen Kopassus (2022-2023) dan naik pangkat menjadi Mayor Jenderal (bintang 2). Setelah itu, Iwan ditunjuk menjadi Pangdam XII/Tanjungpura (2023-2024). Setahun lebih menjabat, ia lalu mendapat promosi jabatan sebagai Danpussenif pada awal Desember 2024.
Iwan merupakan Perwira Kopassus yang sukses mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak gunung tertinggi di dunia yakni Mount Everest pada 1997.
Ekspedisi yang dilakukan menyambut HUT ke-45 Kopassus ini berupa pendakian ke puncak gunung tertinggi di dunia. Misi tersebut digagas Presiden ke-8 Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Menariknya, Iwan yang kala itu masih berpangkat Lettu menjadi satu dari tiga prajurit Kopassus yang berhasil mencapai puncak Everest. Di sana, ia bersama Sertu Misirin dan Pratu Asmujiono menancapkan bendera Merah Putih.

5. Mayjen TNI Deddy Suryadi
Mayjen TNI Deddy Suryadi merupakan perwira tinggi (Pati) TNI AD merupakan lulusan Akmil 1996 dari satuan Infanteri Kopassus. Deddy tercatat pernah menduduki jabatan sebagai Danjen Kopassus.Deddy tercatat menghabiskan sebagian besar karier militernya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Deddy menjabat Pangdam Diponegoro menggantikan Mayjen TNI Tandyo Budi.
Jenderal TNI AD kelahiran Bandung, Jawa Barat, 14 September 1973 ini telah menyelesaikan berbagai pendidikan militer selain di Akmil, yakni Sesarcab Infanteri (1996), Komando, Diklapa I, Selapa II, Seskoad (Lulusan Terbaik Susreg XLVII 2010), dan Sesko TNI (2019).
Berbagai jabatan pernah diembannya, di antaranya Danyon 22 Grup 2/Sandi Yudha, Dandenma Kopassus, Dandim 0623/Cilegon, Dan Grup 2/Sandi Yudha. Kemudian, Ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode 2017—2019, Pamen Denma Mabesad, Kasrem 061/Surya Kencana, Danrem 074/Warastratama. Selanjutnya, Wadanjen Kopassus (2021—2022).
Sempat mengemban tugas sebagai Kasdam IV/Diponegoro, Deddy kemudian kembali ke kesatuan yang membesarkannya sebagai Danjen Kopassus pada 2023-2024 sebelum akhirnya menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro hingga sekarang.

6. Mayjen TNI Djon Afriandi
Mayor Jenderal TNI Djon Afriandi merupakan salah seorang Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat. Jenderal TNI AD kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat pada 14 Juni 1972 ini menjabat sebagai Danjen Kopassus ke-37.Djon adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995 dari satuan Infanteri Kopassus. Djon tamat pendidikan dengan predikat lulusan terbaik dan berhak atas penghargaan Adhi Makayasa. Djon memiliki orang tua yang berasal dari kalangan militer. Ayahnya adalah seorang purnawirawan Jenderal TNI AD, yakni Mayjen (Purn) Afifudin Thaib.
Selama berkarier di militer, Djon banyak berdinas di Korps Baret Merah. Tercatat, dia pernah menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus, Pasilat Ops Grup 1 Kopassus (2002), Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus (2007), Pabandya Ops Kopassus (2009), hingga Danyon 13 Grup 1/Kopassus (2010-2011).
(cip)
Lihat Juga :