Makan Bergizi Gratis Serentak Dilaksanakan Mulai Besok

Minggu, 05 Januari 2025 - 20:57 WIB
loading...
Makan Bergizi Gratis...
Program Makan Bergizi Gratis yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto sejak masa kampanye Pilpres 2024 akan mulai dilaksanakan, Senin (6/1/2025). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto sejak masa kampanye Pilpres 2024 akan mulai dilaksanakan, Senin (6/1/2025) besok. Prabowo ingin program makan bergizi gratis menggunakan bahan baku dari dalam negeri dan melibatkan koperasi hingga badan usaha milik desa (BUMDes).

Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis per 6 Januari 2025 sebelumnya disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, Kamis (2/1/2025). Waktu itu, program prioritas Prabowo itu masih dalam proses persiapan.

"Dalam proses persiapan agar jalan 6 Januari," kata Dadan.



Dadan menjelaskan bahwa makan bergizi gratis akan diselenggarakan di setiap provinsi seluruh Indonesia. Dirinya berharap tidak ada kendala pada makan bergizi gratis nantinya.

"Iya betul. Semoga tidak ada aral melintang," katanya.

Program makan bergizi gratis merupakan bagian dari Asta Cita atau delapan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Uji coba telah dilakukan pada November dan Desember 2024. Program makan bergizi gratis disebut sebagai langkah strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan baik dan berkualitas. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Komisi IX DPR Sarankan Penerima Program Dikurangi

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Zainul Munasichin menyarankan agar sasaran penerima makan bergizi gratis dikurangi. Hal itu didasari lantaran anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp10.000 per porsi dinilai terlalu kecil.

Politikus PKB mengatakan, Komisi IX DPR telah menyiapkan opsi bila Pemerintah tak bisa mematok besaran anggaran Rp15 ribu untuk program makan bergizi gratis. Salah satunya, mengurangi jumlah penerima program tersebut.

"Kalau memang Pemerintah merasa agak berat per porsi misalnya Rp15 ribu, maka sebenarnya kita punya opsi lain yaitu, mengurangi jumlah sasaran," kata Zainul saat dihubungi, Minggu (5/1/2025).

Baca juga: Prabowo Instruksikan Bahan Baku Makan Bergizi Gratis dari Desa

Zainul berkata, siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) bisa dicoret dari kelompok penerima program makan bergizi gratis. Apalagi, ia menilai, untuk memperbaiki pertumbuhan anak di tingkat SLTA sudag terlambat.

"Kan sekarang sasarannya itu peserta didik dari Paud sampai SLTA. Kami di Komisi IX ada diskusi, teman-teman sebetulnya melihat, kalau usia SLTA, kalau kepentingannya untuk mengejar pertumbuhan itu relatif sudah terlambat," kata Zainul.

Atas dasar itu, ia menilai akan lebih ideal bila kelompon penerima program makan bergizi diberikan pada anak pendidikan usia dini (Paud) hingga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Jadi apakah tidak lebih baik, kuta fokuskan saja di usia dari Paud sampai SMP. Dengan begitu, kita bisa menjaga kualitas standar gizi per porsinya agar tetap bisa Rp15 ribu," terang Zainul.

Lebih lanjut, Zainul menilai, anggaran Rp10 ribu dalam program itu masih belum mencukupi untuk memenuhi kadar gizi. Bila dimasukan komponen susu, Zainul menilai, anggaran tersebut tak cukup.

"Nah kalau sekarang diputuskan Rp10 ribu per porsi, kami punya catatan bahwa hitung-hitungan kami kalau Rp10 ribu per porsi itu sepertinya susu belum masuk deh. Kalau susu dimasukan, nggak cukup itu anggaran Rp10 ribu," katanya.

"Apalagi untuk daerah-daerah tertentu ya, di daerah luar Jawa mungkin akan lebih mahal biaya pokok untuk karbohidrat dan juga untuk sayuran," imbuhnya.

Kendati demikian, ia menilai anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp10.000 perlu ditinjau ulang. Pasalnya, hal itu menyangkut standar gizi minimum yang harus dipenuhi dalam satu porsi makanan.

"Jadi menurut saya, anggaran Rp10.000 itu mesti didiskusikan ulang, karena ini menyangkut standar gizi minimum yang harus ada di dalam satu porsinya, kan itu ada standar itu, soal karbohidrat, protein, kalsiumnya dan serat yang dari buah dan lain-lain," ujar Zainul.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Rekomendasi
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Berita Terkini
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved