Pemerintah Diminta Permudah Regulasi dan Perizinan Bagi Pelaku Usaha

Rabu, 06 November 2024 - 23:59 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Permudah...
Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mendukung peningkatan ekonomi dari sektor usaha makanan dan minuman oleh Pemerintahan Prabowo Subianto. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) mendukung peningkatan ekonomi dari sektor usaha makanan dan minuman oleh Pemerintahan Prabowo Subianto . Kemudahan dalam proses regulasi dan perizinan merupakan harapan para pelaku usaha.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman berharap pengusaha diberikan kemudahan dalam proses regulasi dan perizinan. Sehingga dalam pemerintahan yang baru ini para pelaku usaha bisa mendapatkan kepastian hukum dan tidak merasa ditekan dengan aturan yang ada.

"GAPMMI sangat mendukung upaya pemerintahan Prabowo Subianto dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya bagi pelaku usaha makanan dan minuman," ujar Adhi, Rabu (6/11/2024).

Pihaknya berharap pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan baru dapat memberikan harapan besar bagi pelaku usaha. Selain itu, Adhi juga meminta agar pemerintah memberikan dukungan dan kemudahan dalam pelayanan pameran terhadap produk makanan dan minuman.

Baca juga: Prabowo Resmi Hapus Utang UMKM, Petani, hingga Nelayan

Di negara lain, pameran usaha mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan terbukti sangat berpengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah di berbagai negara memahami bahwa pameran usaha bukan hanya sebagai ajang promosi, namun juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal dan nasional.

"Dengan memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas, promosi, hingga insentif bagi peserta pameran, mereka berhasil menciptakan ekosistem yang kondusif untuk pengembangan usaha kecil dan menengah," kata Adhi.

Melalui pameran tersebut, produk-produk lokal memiliki kesempatan besar untuk merambah pasar global, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Baca juga: Prabowo Hapus Utang UMKM, Nilainya Ditargetkan Tembus Rp10 Triliun

Sebab selama ini, kata Adhi, dirinya mengalami kesulitan dalam proses perizinan pameran. Di antaranya, pengunjung yang memiliki golden visa tidak dapat menggunakannya dengan lancar, sehingga mengalami kesulitan untuk akses langsung. "Hal ini menunjukkan bahwa implementasi golden visa di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala dan belum berjalan dengan optimal," ungkap Adhi.

Padahal, di banyak negara golden visa menjadi solusi untuk menarik investor dan pelaku usaha asing yang ingin berkontribusi bagi perekonomian lokal. "Keterbatasan akses ini berpotensi menghambat masuknya peluang investasi dan kolaborasi internasional, yang seharusnya menjadi salah satu tujuan utama diberlakukannya kebijakan golden visa," jelas Adhi.

Untuk itu, Adhi berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi dan perbaikan dalam sistem golden visa sehingga benar-benar memudahkan pelaku usaha dan investor untuk masuk dan berkontribusi bagi perekonomian Indonesia.



Selain itu, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung pameran, GAPMMI berharap kepada aparat keamanan untuk menjaga ketat di area pameran. Adhi menyebutkan ketatnya peraturan daerah (perda) terkait dengan proses perizinan pameran mengakibatkan beberapa event mengalami kendala. "Oleh karenanya kami meminta kepala pemerintahan pusat memberikan perhatian, agar pemda tak lagi menghambatnya," ucapnya.

Direktur Ekonomi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri Brigjen Pol Ratno Kuncoro mengambil langkah proaktif dengan menyerap aspirasi dari para pelaku usaha industri GAPPMI di Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk mendengarkan secara langsung tantangan dan kebutuhan yang dihadapi industri dalam meningkatkan daya saing dan keamanan ekonomi nasional.

Dalam pertemuan yang digelar baru-baru ini, para pelaku usaha berbagi pandangan mengenai berbagai isu, mulai dari masalah keamanan usaha, dukungan regulasi, hingga permasalahan dalam mengakses pasar yang lebih luas.

Kuncoro menyampaikan hasil dari dialog ini akan ditindaklanjuti secara serius sebagai upaya memperkuat iklim usaha yang kondusif, aman serta tercapainya pertumbuhan ekonomi sesuai dengan arah dan tujuan Presiden Prabowo.

"Penyerapan aspirasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendukung pertumbuhan industri nasional, sekaligus memastikan stabilitas keamanan yang menjadi landasan utama dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Kuncoro menyebut langkah tindak lanjut ini juga akan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menciptakan sinergi antara sektor keamanan dan ekonomi untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global serta berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

Jenderal bintang satu alumni pendidikan FBI Quantico Amerika Serikat ini juga menyebutkan sebelumnya Presiden Prabowo sudah memberi pengarahan kepada Polri untuk memperkuat peranannya dalam mendukung pelaku usaha melalui penyediaan rasa aman dan perlindungan terhadap potensi ancaman, baik domestik maupun transnasional.

"Diharapkan dengan adanya sinergi ini, pelaku usaha dan pemerintah dapat bersama-sama menciptakan iklim usaha yang semakin baik dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat mendorong kontribusi industri dalam memajukan perekonomian nasional," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Rekomendasi
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Berita Terkini
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved