PIS Jadi Ujung Tombak Kemajuan Maritim Indonesia
Selasa, 10 September 2024 - 20:12 WIB
loading...
Pelaut senior sekaligus pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Besar Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Pelaut senior sekaligus pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Besar Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa mengapresiasi PT Pertamina International Shipping (PIS).
PIS menorehkan prestasi gemilang sepanjang paruh pertama tahun 2024 yang sukses menggenjot kenaikan laba hingga 103%.
Keberhasilan PIS mencatat kenaikan laba dua kali lipat, menurut Hakeng, menempatkan anak usaha Pertamina tersebut menjadi salah satu penggerak industri maritim Asia Tenggara sekaligus membawa nama Indonesia ke kancah global.
Dia menilai PIS memainkan peran penting menjadi urat nadi virtual yang membantu menggerakkan ekonomi Indonesia. Berdasar data, sub-holding integrated marine logistics Pertamina mengangkut 1,6 miliar liter BBM, LPG, dan minyak mentah guna menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung aktivitas ekonomi di seluruh pelosok negeri.
"Tanpa andil PIS dalam distribusi BBM nasional, masyarakat akan menghadapi kesulitan besar dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Tanpa pasokan yang stabil, aktivitas ekonomi nasional dapat terganggu," ujar Hakeng di Jakarta, Senin (9/9/2024).
PIS menorehkan prestasi gemilang sepanjang paruh pertama tahun 2024 yang sukses menggenjot kenaikan laba hingga 103%.
Keberhasilan PIS mencatat kenaikan laba dua kali lipat, menurut Hakeng, menempatkan anak usaha Pertamina tersebut menjadi salah satu penggerak industri maritim Asia Tenggara sekaligus membawa nama Indonesia ke kancah global.
Dia menilai PIS memainkan peran penting menjadi urat nadi virtual yang membantu menggerakkan ekonomi Indonesia. Berdasar data, sub-holding integrated marine logistics Pertamina mengangkut 1,6 miliar liter BBM, LPG, dan minyak mentah guna menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung aktivitas ekonomi di seluruh pelosok negeri.
"Tanpa andil PIS dalam distribusi BBM nasional, masyarakat akan menghadapi kesulitan besar dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Tanpa pasokan yang stabil, aktivitas ekonomi nasional dapat terganggu," ujar Hakeng di Jakarta, Senin (9/9/2024).
Lihat Juga :