Prabowo Tak Yakin Bisa Ikuti Jejak Jokowi, Kenapa?
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 23:53 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada apel kader Partai Gerindra di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024) malam. FOTO/MPI/BINTI MUFARIDA
A
A
A
JAKARTA - Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengaku tak yakin bisa mengikuti jejak Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dalam cara memimpin. Sebab, Jokowi bisa memimpin rapat hingga 7 kali sehari.
Hal ini diungkapkan Prabowo pada apel kader Partai Gerindra di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024) malam. Prabowo menceritakan pertama kali diminta bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju pada 2019. Dia menegaskan Jokowi merupakan sosok pemimpin yang berpikir untuk rakyat.
"Jadi leadership itu. Dan begitu beliau (Jokowi) ajak gabung, saya gabung. Dari hari pertama sidang Kabinet, ini bukan ngolor lagi, dua bulan lagi beliau akan turun, untuk apa saya, ya kan? Saya hanya mau mengatakan rakyat Indonesia, yang bener-bener Pak Jokowi adalah pemimpin yang hebat, pemimpin yang berpikir untuk rakyat," kata Prabowo.
Bahkan, kata Prabowo, dia yang diangkat menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) kala itu harus mengikuti rapat kabinet sebanyak 7 kali dalam sehari. Oleh karena itu dia tak yakin bisa mengikuti jejak Presiden Jokowi dalam memimpin kabinetnya nanti.
Hal ini diungkapkan Prabowo pada apel kader Partai Gerindra di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024) malam. Prabowo menceritakan pertama kali diminta bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju pada 2019. Dia menegaskan Jokowi merupakan sosok pemimpin yang berpikir untuk rakyat.
"Jadi leadership itu. Dan begitu beliau (Jokowi) ajak gabung, saya gabung. Dari hari pertama sidang Kabinet, ini bukan ngolor lagi, dua bulan lagi beliau akan turun, untuk apa saya, ya kan? Saya hanya mau mengatakan rakyat Indonesia, yang bener-bener Pak Jokowi adalah pemimpin yang hebat, pemimpin yang berpikir untuk rakyat," kata Prabowo.
Bahkan, kata Prabowo, dia yang diangkat menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) kala itu harus mengikuti rapat kabinet sebanyak 7 kali dalam sehari. Oleh karena itu dia tak yakin bisa mengikuti jejak Presiden Jokowi dalam memimpin kabinetnya nanti.
Lihat Juga :