alexametrics

Para Menteri dan Tokoh Bangsa Melayat ke Kediaman Habibie

loading...
Para Menteri dan Tokoh Bangsa Melayat ke Kediaman Habibie
Anggota Paspampres mengangkat peti jenazah almarhum Presiden Ke-3 RI, BJ Habibie setibanya di rumah duka Kompleks Patra Kuningan, Jakarta, Rabu malam (11/9/2019). Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A+ A-
JAKARTA - Sejumlah menteri Kabinet Kerja hingga tokoh bangsa melayat di kediaman mantan Presiden RI Ke-3 BJ Habibie di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Suasana di depan kediaman almarhum BJ Habibie sampai pukul 23.00 masih ramai oleh tokoh dan masyarakat yang ingin melayat. Telah didirikan satu tenda putih panjang di depan rumah almarhum dan juga deretan bangku-bangku.

Pintu pagar rumah dijaga oleh tentara yang menyeleksi siapa saja yang ingin masuk ke dalam rumah. Dari dalam rumah terdengar lantunan ayat suci Alquran yang seperti mengiringi agar arwah almarhum dapat diterima dengan tenang di sisi Allah SWT.



Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan, bangsa Indonesia sangat kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah memberikan sumbangsih luar biasa terhadap kemajuan negeri ini.

"Beliau (Habibie) belajar di Jerman lalu pulang ke Indonesia untuk memberikan sumbangsih tentang kemajuan teknologi maju di Indonesia atas panggilan Soeharto dan terbukti beliau mampu untuk mengembangkan teknologi madya ke teknologi maju dengan produksi pesawat terbang," katanya ditemui seusai melayat, Rabu malam (11/9/2019).

Wiranto mengatakan, Habibie adalah perintis industri maju di Indonesia. Bahkan otak cemerlang Habibie tidak hanya bermanfaat bagi industri penerbangan Indonesia. Namun juga kehandalannya pun memberi sumbangsih pemikiran terhadap pesawat terbang dunia karena ilmu Habibie juga dipakai di beberapa perusahaan maju dunia.

Menkopolhukam juga menganggap Habibie memiliki kesungguhan untuk membangun demokrasi di Indonesia.

Dia menjelaskan, saat menjabat presiden Habibie sangat diragukan untuk keluar dari stigma orde baru. Akan tetapi Habibie sebagai seorang demokratis bisa keluar dari stigma orde baru tersebut dan bahkan bisa membangun satu era baru yakni era reformasi.

"Bahkan setelah itupun dia tidak pernah berhenti memberikan pemikiran-pemikiran beliau untuk kemajuan negeri. Itu yang sangat kita kenal. Oleh karena itu kita sangat kehilangan sosok putra terbaik indonesia yang sebenarnya masih kita harapkan pemikirannya untuk membangun negeri ini," jelasnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan, bangsa indonesia sangat merasa berduka cita atas meninggalnya presiden ketiga Indonesia ini. "Doa kita semua mengiringi kepergian beliau. Insya Allah almarhum akan khusnul hotimah," ujarnya.

Dia mengatakan, Habibie adalah putra terbaik bangsa yang selalu optimistis dan menebarkan energi yang positif.

Retno juga mengenang Habibie sebagai seorang inovator. Orang yang selalu berpikir mengenai masalah perubahan atau kemajuan teknologi disaat belum banyak.orang memikirkan teknologi. "Pada jamannya beliau adalah yang sudah memikirkannya. Jadi beliau merupakan inspirasi bagi bangsa indonesia," ujarnya.

Sedangkan Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, bangsa Indonesia dan dunia ilmu pengetahuan telah kehilangan tokoh yang sangat sulit ditemukan penggantinya. Menurut Muhadjir, almarhum Habibie disamping sebagai negarawan, reputasi Habibie sebagai teknolog dan ilmuwan diakui dunia dan telah penginspirasi jutaan orang.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menjelaskan, Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menristek/Kepala BPPT mencanangkan pembangunan kampus III yang saat ini menjadi kampus induk. "Kemudian saat menjabat Wapres beliau juga meresmikan masjid kampus UMM," katanya.

Sejumlah tokoh lainnya yang melayat ke rumah duka di antaranya Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hingga mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak