Pengamat: KIM Plus Gejala Oligarki Politik yang Lahir dari Oligarki Bisnis

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 15:43 WIB
loading...
Pengamat: KIM Plus Gejala...
Guru Besar Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S Damanhuri menyebut Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus merupakan gejala oligarki politik. Foto/SINDOnews/Jonathan Simanjuntak
A A A
JAKARTA - Guru Besar Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S Damanhuri menyebut Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus merupakan gejala oligarki politik. Munculnya oligarki politik ini menurutnya bisa berdampak pada ekonomi rakyat.

"KIM Plus ini boleh dibilang gejala oligarki politik, jadi politik hanya merupakan convern dan kepentingan sekelompok kecil. Tapi di Indonesia ini kan gejala oligarki politik itu bukan yang original terbentuknya oligarki politik. Oligarki politik ini muncul karena di belakang itu ada oligarki bisnis," ujar Didin dalam diskusi daring bertajuk Rencana Jahat KIM Plus Bagi Rakyat Jakarta, Jumat (9/8/2024).

Baca juga: Kans PKS Gabung KIM Plus, Prabowo: Insya Allah dalam Waktu Dekat

Didin menjelaskan sistem politik bernarasi untuk kepentingan rakyat ini bisa dikaitkan dengan ekonomi. Misalnya saja, selama sepuluh tahun ke belakang pemerintah kerap menggunakan sistem politik serupa dengan menambahkan wacana bahwa hal ini bertujuan kepentingan rakyat.

Namun, alih-alih kepentingan rakyat terpenuhi, pemerataan ekonomi malah tidak tercapai. Pasalnya, kata dia, berdasarkan berbagai survei, pertumbuhan ekonomi justru malah dinikmati masyarakat yang ekonominya berada pada kalangan atas.

"Sepuluh tahun terakhir ini yang menikmati pertumbuhan lima persen itu adalah kelompok super kaya, ini akibat dari sistem politik yang memang makin tidak peduli kepada rakyat, meninggalkan rakyat," jelasnya.

Oleh sebab itu, Didin menyebut elite-elite politik harus segera meluruskan sistem politik dan arah pemerataan ekonomi yang sudah salah arah. Sebab masalah ekonomi nasional akan semakin parah dirasakan masyarakat apabila nanti terjadi krisis ekonomi global.

Baca juga: Bergabung dengan KIM Plus Langkah Paling Realistis PKS Pilgub di Jakarta

"Jadi tafsirnya fenomena politik yang machiavellian sekaligus legalistic otorotarian bukan hanya merusak ketatanegaraan tapi juga telah memiskinkan kelompok 50 persen penduduk terbawah yang ini menjadi sumbu yang sangat gampang ketika krisis ekonomi global juga nanti bertautan dengan problem ekonomi nasional kita," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Kongres Demokrat,...
Di Kongres Demokrat, Prabowo: Sekarang Ada KIM Plus, Tak Tahu Kalau Nanti Ada KIM Plus-Plus
Prabowo Tawarkan Koalisi...
Prabowo Tawarkan Koalisi Permanen, Gerindra: Agar Ada Kepastian Politik
Prabowo: Kita Berhasil...
Prabowo: Kita Berhasil karena Dukungan KIM dan Presiden ke-7, Hidup Jokowi!
SBY Berpesan ke KIM:...
SBY Berpesan ke KIM: Jangan Ada yang Mendua Hati
Soal Koalisi Permanen,...
Soal Koalisi Permanen, Putri Zulhas: Dari Dulu PAN Solid Dukung Prabowo
Tak Perlu Banyak Seminar,...
Tak Perlu Banyak Seminar, Prabowo: Rakyat Perlu Bibit hingga Perbaikan Sekolah
Prabowo Kumpulkan Elite...
Prabowo Kumpulkan Elite KIM di Hambalang, Zulhas Cs Kompak Nebeng Motor
PAN Ungkap Kondisi KIM...
PAN Ungkap Kondisi KIM Plus Pasca Putusan MK Hapus Presidential Threshold 20 Persen
Para Ketum Parpol KIM...
Para Ketum Parpol KIM Bertemu Prabowo di Kertanegara, Bahas Apa?
Rekomendasi
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Berita Terkini
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved