Hadapi Bonus Demografi, Pemerintah Diminta Bangun Kemandirian Pangan
Selasa, 23 Juli 2024 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan dari 67 juta UMKM sebagai penggerak ekonomi sekitar 60 persen dari total perputaran ekonomi di Indonesia itu 50 persennya adalah UMKM yang sangat bergantung kepada beras atau nasi," tambahnya.
Ketua Dewan Penasihat Pasar se Jawa Timur ini menegaskan, sektor pangan adalah sektor vital suatu negara dan juga sektor paling dasar dalam menjaga kehidupan manusia.
"Dari aspek ekonomi, bila beras sudah berubah menjadi nasi, nilai ekonominya akan meningkat. Dan tentu dari nasi akan berdampak munculnya lauk pauk. Sehingga peningkatan nilai ekonomi karena beras menjadi berpuluh kali lipat setelah jadi nasi yang berlauk pauk. Dan memberikan kehidupan untuk sektor lainnya, termasuk minuman. Kan begitu ya," ungkapnya.
Menurut dia, yang perlu dipahami juga adalah pangan merupakan basis dari bisnis UMKM yang selama ini menunjang perekonomian nasional. Jadi bisa dibayangkan jika pangan itu menjadi barang langka dan mahal.
"UMKM kita itu mengambil porsi sekitar 70 persen dari perekonomian nasional kita dan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Sudah seharusnya jika pemerintah lebih fokus dan memahami pentingnya kestabilan dan ketahanan pangan kita untuk stabilitas perekonomian yang ada di negara kita," tuturnya.
Kembali ditegaskan anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini, Indonesia yang sebagai food country atau kitohnya sebagai negara penghasil pangan karena letak geografis di garis khatulistiwa dengan curah hujan yang terbesar nomor lima di dunia dan sumber air nomor delapan terbesar di dunia, serta jumlah gunung berapi nomor tiga terbanyak di dunia.
Ketua Dewan Penasihat Pasar se Jawa Timur ini menegaskan, sektor pangan adalah sektor vital suatu negara dan juga sektor paling dasar dalam menjaga kehidupan manusia.
"Dari aspek ekonomi, bila beras sudah berubah menjadi nasi, nilai ekonominya akan meningkat. Dan tentu dari nasi akan berdampak munculnya lauk pauk. Sehingga peningkatan nilai ekonomi karena beras menjadi berpuluh kali lipat setelah jadi nasi yang berlauk pauk. Dan memberikan kehidupan untuk sektor lainnya, termasuk minuman. Kan begitu ya," ungkapnya.
Menurut dia, yang perlu dipahami juga adalah pangan merupakan basis dari bisnis UMKM yang selama ini menunjang perekonomian nasional. Jadi bisa dibayangkan jika pangan itu menjadi barang langka dan mahal.
"UMKM kita itu mengambil porsi sekitar 70 persen dari perekonomian nasional kita dan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Sudah seharusnya jika pemerintah lebih fokus dan memahami pentingnya kestabilan dan ketahanan pangan kita untuk stabilitas perekonomian yang ada di negara kita," tuturnya.
Kembali ditegaskan anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini, Indonesia yang sebagai food country atau kitohnya sebagai negara penghasil pangan karena letak geografis di garis khatulistiwa dengan curah hujan yang terbesar nomor lima di dunia dan sumber air nomor delapan terbesar di dunia, serta jumlah gunung berapi nomor tiga terbanyak di dunia.
Lihat Juga :