BNPB Ungkap Tren Kejadian Bencana Dampak Erupsi Gunungapi Meningkat di 2024
Jum'at, 28 Juni 2024 - 17:57 WIB
loading...
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan pihaknya mencatat tren kejadian bencana dampak erupsi gunungapi meningkat di tahun 2024. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan pihaknya mencatat tren kejadian bencana dampak erupsi gunungapi meningkat di tahun 2024. Bencana sekunder tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
“Di 2024 ini yang menonjol kejadian gunung ini juga luar biasa,” ujar Suharyanto saat menghadiri simulasi evakuasi mandiri di kaki Gunung Merapi, Jawa Tengah, dalam keterangannya, Jumat (28/6/2024).
Baca juga: Gunung Ibu Meletus Dahsyat Siang Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 7 Km
Mulai dari Gunungapi Marapi di Sumatera Barat, Suharyanto menceritakan bagaimana bencana sekunder yang terjadi sekitar dua bulan lalu itu kemudian menelan korban hingga 72 orang termasuk kerugian materil lainnya.
Menurut hasil kaji cepat, kawasan Gunungapi Marapi baru memiliki dua sabo dam untuk banjir lahar hujan gunungapi. Hal itu menjadi salah satu faktor penyebab petaka yang ada di sana. Hingga tahun 2026 pemerintah menargetkan untuk membangun sabo dam di 56 titik.
“Di 2024 ini yang menonjol kejadian gunung ini juga luar biasa,” ujar Suharyanto saat menghadiri simulasi evakuasi mandiri di kaki Gunung Merapi, Jawa Tengah, dalam keterangannya, Jumat (28/6/2024).
Baca juga: Gunung Ibu Meletus Dahsyat Siang Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 7 Km
Mulai dari Gunungapi Marapi di Sumatera Barat, Suharyanto menceritakan bagaimana bencana sekunder yang terjadi sekitar dua bulan lalu itu kemudian menelan korban hingga 72 orang termasuk kerugian materil lainnya.
Menurut hasil kaji cepat, kawasan Gunungapi Marapi baru memiliki dua sabo dam untuk banjir lahar hujan gunungapi. Hal itu menjadi salah satu faktor penyebab petaka yang ada di sana. Hingga tahun 2026 pemerintah menargetkan untuk membangun sabo dam di 56 titik.
Lihat Juga :