alexametrics

Meredam Kekerasan dengan Kegiatan Ekstrakurikuler

loading...
Meredam Kekerasan dengan Kegiatan Ekstrakurikuler
Meredam Kekerasan dengan Kegiatan Ekstrakurikuler. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - Kekerasan yang dikakukan oleh anak-anak usia sekolah kini bukan barang tabu. Tak hanya kepada sesama siswa atau yang seusia, kekerasan juga dilakukan terhadap mereka yang berusia lebih tua, bahkan terhadap tenaga pendidik.

Aksi berani yang dilakukan siswa di sekolah dengan melawan aturan serta berkonfrontasi dengan guru merupakan perkembangan subkultur anak-anak marginal. Sosiolog Anak Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Bagong Suyanto menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir ini ada perkembangan pesat dalam subkultur yang terjadi di tingkat anak-anak.

Mereka ingin menunjukkan eksistensi rasa jagoan yang dimiliki oleh kelompok marginal. “Penyebabnya tentu habitus sosialnya memengaruhi, seperti sosialisasi orang tua yang kurang pada anaknya,” ujarnya.



Pengaruh kebiasaan di rumah dengan pendidikan serta arahan dari orang tua sangat penting untuk diserap anak. Makanya mereka bisa menjadi apa saja ketika asupan arahan yang diberikan kurang ataupun terlalu ketat.“Ditambah lagi mereka harus berhadapan dengan teman sebaya yang memberikan pengaruh. Karena kelompok sebaya ini sangat berpengaruh juga bagi perangai mereka,” ucapnya.

Subkultur marginal, katanya, membuat anak-anak ingin dilihat lebih berani oleh teman-temannya. Semua itu menjadi identitas dan pengakuan yang memiliki arti besar bagi pedoman mereka.

Prof Bagong menjelaskan, situasi yang dihadapi saat ini membutuhkan kerja keras dari berbagai pihak untuk menekannya. Jadi, tidak ada lagi kasus serupa yang membuat daya kejut bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan pada anakanak untuk meredam gejolak eksistensi kelompok marginal dengan cara menyalurkan energi sok jagoan mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ataupun di berbagai tempat lainnya.

“Kegiatan ekstrakurikuler membuat mereka bisa menyalurkan bakat dan keinginannya,” jelasnya.

Selain itu, dukungan dari keluarga pada anaknya juga penting untuk menjadikan fondasi kuat bagi anaknya. Termasuk menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan dan bersosial.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak