alexametrics

Paviliun Indonesia Terus Jadi Magnet di Festival Janadriyah

loading...
Paviliun Indonesia Terus Jadi Magnet di Festival Janadriyah
Paviliun Indonesia Terus Jadi Magnet di Festival Janadriyah. (Koran SINDO. Neneng Zubaidah).
A+ A-
RIYADH - Jelang penutupan Festival Janadriyah di Riyadh, Arab Saudi, minat masyarakat untuk melihat kebudayaan Indonesia tidak kunjung padam. Suhu udara yang mulai menukik tidak mengurungkan antusiasme mereka.

Pengunjung baik dari dalam dan juga luar negeri terus berbondong-bondong memasuki paviliun Indonesia yang memiliki luas 2.000 meter persegi dengan konsep kemaritiman.

Sawah, Raja Ampat, air terjun hingga foto beberapa rumah tradisional sejumlah provinsi di teras pun menjadi magnet pengunjung untuk berfoto. Foto raksasa Presiden Joko Widodo pun dipasang di kiri pintu masuk dan foto Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di sisi kanan seakan menyapa pengunjung untuk segera masuk ke dalam paviliun Indonesia.



Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Achmad Ubaedillah mengatakan, meski Indonesia mendapat undangan mendadak sebagai guest of honour namun dengan ramainya pengunjung yang setiap hari datang ke paviliun sebagai tanda bahwa Indonesia sukses menyajikan keberagaman budaya Tanah Air di negeri kaya minyak itu. "Ini sangat sukses ya. Pengunjung yang datang ribuan. Bahkan kalau hari liburnya Saudi di malam Jumat dan malam Sabtu ini (acara menjadi yang dinanti)," katanya ketika ditemui di Paviliun Indonesia.

Menurut Ubaedillah, Indonesia beruntung menjadi tamu kehormatan di festival seni dan budaya tahunan yang dinamakan setelah nama desa di pinggiran utara Riyadh, sejak tahun 1405 H/1985 ini. Sebab, kata dia, Arab Saudi saat ini berada di era keterbukaan. Hal ini bisa terlihat dari antusiasme masyarakat sejak hari pertama festival dimulai untuk melihat seni dan budaya bangsa lain.

Dia melanjutkan, melalui ajang ini pula maka warga Arab Saudi pun bisa memiliki persepsi yang berbeda tentang Indonesia. Yakni Indonesia yang selama ini hanya dikenal sebagai pengirim pekerja migran namun ternyata Indonesia kaya akan keindahan seni, budaya serta memiliki destinasi wisata yang menakjubkan.

"Dengan begini saya yakin warga Arab Saudi akan melek dengan Indonesia. Tahu tentang budaya Indonesia. Dan ini merupakan diplomasi budaya yang sangat baik melalui people to people diplomacy. Ini pesan pentingnya disitu," lanjutnya.

Festival Janadriyah ke 33 dibuka pada 20 Desember lalu. Raja Salman pun datang untuk meresmikan paviliun Indonesia yang didampingi Menteri Garda Nasional Pangeran Khalid bin Abdulaziz bin Ayyaf al-Muqrin, disambut meriah dengan iringan musik kesenian rampak gendhang. Menko PMK Puan Maharani dan Mendikbud Muhadjir Effendy pun menyambut kedatangan Raja yang pada 2017 melakukan kunjungan bersejarah ke Indonesia.

Paviliun Indonesia mengusung tema Unity in Diversity for Strengthening Moderation and Global Peace. Dengan konsep kemaritiman maka saat melangkah masuk paviliun mata para pengunjung pun langsung menatap megahnya miniatur perahu pinisi. Seni pembuatan perahu pinisi juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak