Refly Harun Minta PDIP Tidak Tiru Parpol Koalisi AMIN: Belum Apa-apa Sudah Melipir

Selasa, 30 April 2024 - 23:27 WIB
loading...
Refly Harun Minta PDIP...
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyindir partai politik pengusung pasangan calon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang sudah merapat ke pemenang Pilpres 2024 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Foto/iNews TV
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyindir partai politik pengusung pasangan calon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) yang sudah merapat ke pemenang Pilpres 2024 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Refly meminta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jangan meniru parpol pengusung AMIN.

Dia berharap, partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu menjadi oposisi Pemerintahan Prabowo-Gibran. "Kalau PDIP beroposisi bebas dia ngomong, tapi kalau PDIP tidak beroposisi agak melipir juga sedikit dia,” kata Refly dalam Dialog Spesial Rakyat Bersuara yang ditayangkan oleh iNews TV pada Selasa (30/4/2024) malam.

“Tapi kita harapkan PDIP beroposisi ya. Jangan kayak pendukung partai 01 ya, belum apa-apa sudah melipir dan menyampaikan selamat pula," sambung Refly Harun.

Baca juga: Hendri Satrio Berdoa PDIP dan PKS Jadi Oposisi Prabowo-Gibran



Refly pun berbicara tentang fatsun politik bahwa yang kalah harusnya berada di oposisi. Namun, dia menilai kubu Prabowo menggoda. Kemudian, lanjut dia, yang digoda gampang tergoda.

Dia menilai harusnya partai pengusung Anies yakni Nasdem, PKB, dan PKS tetap berada di jalur oposisi. “Tetapi, sepertinya kita hanya bisa berharap dari satu partai saja, yaitu PKS. Itu pun PKS sudah menyodorkan diri. Sudah mau kasih karpet merah tetapi Prabowo-Gibran tidak datang, lebih memilih ke NU, kan sudah dilepeh itu namanya, sudah tak perlu lagi menyorongkan diri," tuturnya.

Dia menilai Nasdem, PKS, dan PKB mualaf dalam beroposisi. PKB mualaf baru sejak September 2023, itu pun tidak total karena masih ada menterinya di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

"Kemudian Nasdem juga tidak punya sejarah oposisi, baru beroposisi 3 Oktober 2022, hanya PKS yang sudah pengalaman beroposisi. Saya sih sebenarnya tidak heran,” imbuhnya.

Dia berharap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin0 bisa belajar menjadi orang yang oposisi independen. “Itu enak juga bisa ngomong apa saja dan lain sebagainya. Cuma masalahnya saya sadar dia bawa gerbong, kalau dia melawan terus, saya kira akan hilang juga itu kepemimpinan dari PKB," imbuhnya.

Refly pun menyoroti regenerasi kepemimpinan PKB bahwa Cak Imin telah menjadi ketua umum parpol tersebut sekitar 19 tahun. Sehingga, dia menilai itu cerminan tidak sehat.

"Surya Paloh kelihatannya ampun-ampun juga beroposisi ya, dipotong sana, dipotong sini, mungkin juga soal bisnis dan lain sebagainya," bebernya.

Dia mengakui menjadi oposisi tak enak bagi orang yang punya masalah hidup, masalah ingin berkuasa, masalah bisnis, masalah keluarga, dan masalah takut manusia. “Tapi bagi orang yang independen, yang tak punya kepentingan bisnis, yang tak punya gerbong dan lain sebagainya, beroposisi itu sangatlah enak,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Troya Temui Jaksa Peneliti...
Troya Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta, Refly: Mereka Belum Terima Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa
DPC Garda Satu se-Malang...
DPC Garda Satu se-Malang Raya Resmi Dikukuhkan, Tegaskan Dukung Program Prabowo-Gibran
Rekomendasi
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Berita Terkini
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved