Deklarasi KAMI, Gatot Nurmantyo Bicara Proxy War dan Senjata Biologis Massal

Selasa, 18 Agustus 2020 - 14:38 WIB
loading...
Deklarasi KAMI, Gatot...
Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo hadir dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan sejumlah hal saat memberi sambutan dalam deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). Gatot bicara tentang proxy war dan senjata biologis massal.

"Jika hari-hari ini kita mendengar dan menyaksikan bumi pertiwi dirundung masalah, saya ingin mengajak kita sekalian untuk mengingat beberapa hal," kata Gatot.

Pertama, ujar Gatot, pada 10 Maret 2014 dirinya berkesempatan berdialog dengan civitas akademika Universitas Indonesia. Saat itu, kata Gatot, dia antara lain bicara tentang proxy war yang menjadi satu ancaman yang luar biasa terhadap kedaulatan suatu bangsa.

(Baca juga: Proxy War sebagai Ancaman Bangsa ).

"Penguasaan suatu negara oleh kekuatan lain tidak lagi harus dengan fisik, namun bisa menggunakan proxy, mengintervensi pemilu dan memilih pejabat, untuk pada saatnya pejabat tersebut bisa dikendalikan bahkan menjadi boneka bagi kepentingan lain yang bukan menjadi kepentingan dan tujuan negara," jelas Gatot yang diapit pemimpin Komite Khittah Nahdlatul Ulama 1926 Prof Rochmat Wahab dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin.

Hal ini, lanjut Gatot, diperburuk oleh tumbuh dan berkembangnya oligarki kekuasaan di negeri ini, kekuasaan dimainkan, dikelola oleh kelompok orang dan lebih tidak beruntung lagi bagi kita semua mereka melakukan dengan topeng konstitusi.

"Apakah benar sekarang hal ini terjadi di negeri kita? Adalah rakyat Indonesia yang berhak menjawab," kata mantan Panglima TNI ini.

Kedua, lanjut Gatot, pada 24 Oktober 2017, setelah pembukaan konferensi internasional, dirinya mengatakan kita patut mewaspadai ancaman senjata biologis massal yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi menciptakan epidemi.

(Lihat Juga Foto: Gatot Nurmantyo Hadiri Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi ).

"Hari-hari ini kita semua berjuang mengatasi epidemi Covid-19 . Saya tidak menyatakan bahwa pernyataan saya tiga tahun lalu itu sepenuhnya tepat adanya. Tetapi sekali lagi, hari-hari ini kita telah dan sedang menghadapi pandemi yang tidak mudah ditaluklukkan. Apalagi jika respons terhadap ancaman ini dipenuhi dengan sikap menggampangkan," ujar jenderal kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 ini.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Singgung Maju Mundur...
Singgung Maju Mundur Komite Reformasi Polri, Gatot Nurmantyo Bicara Mafia
Menakar Kans Gatot Nurmantyo...
Menakar Kans Gatot Nurmantyo Jadi Menko Polkam
Gatot Nurmantyo Masuk...
Gatot Nurmantyo Masuk Bursa Calon Menko Polkam, Untungkan Prabowo karena Bermasalah dengan Jokowi
Gatot Nurmantyo Dikabarkan...
Gatot Nurmantyo Dikabarkan Masuk Bursa Calon Menko Polkam, Bagaimana Peluangnya?
Deklarasi Manifesto...
Deklarasi Manifesto Filsafat Intelijen, Hendropriyono: Dunia Dilanda Gelombang Proxy War
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, 2 Nama Kuat Calon Menko Polkam
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Rekomendasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved