alexametrics

Bulan Depan, E-Tilang Diuji Coba

loading...
Bulan Depan, E-Tilang Diuji Coba
Bulan Depan, E-Tilang Diuji Coba
A+ A-
JAKARTA - Mulai Oktober mendatang Polda Metro Jaya akan menguji coba penerapan e-tilang (tilang elektronik) bagi pelaku pelanggaran lalu lintas di ibukota.

Dengan bantuan kamera canggih, para pengendara kini diawasi ketat sehingga diharapkan dapat meningkatkan disiplin berlalu lintas. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan empat kamera canggih untuk melakukan uji coba e-tilang yang juga disebut dengan electronic traffic law enforcement (ETLE) ini.

Perangkat tersebut saat ini tinggal dipasang di beberapa titik di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin. “Sejauh ini kami sudah melakukan uji coba kamera tersebut karena sudah ada yang terpasang di beberapa lokasi seperti beberapa hotel,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf akhir pekan lalu.

Dengan bantuan kamera, petugas kepolisian nantinya akan mendeteksi pelanggaran lalu lintas secara otomatis. Kamera canggih ini bisa merekam pengemudi yang melanggar marka jalan, menerobos lampu merah atau tidak menggunakan sabuk keselamatan. Bahkan kamera ini pun mampu mendeteksi pengemudi yang menggunakan ponsel ketika berkendara.

“Jadi kamera yang digunakan ini sangat canggih, nantinya data pelanggar akan langsung terkirim ke pusat data termasuk data pelanggarannya,” ucapnya. Setelah diketahui data pelanggar, polisi kemudian akan mendatangi rumah pemilik kendaraan. Pelanggar diberi waktu dua minggu untuk melakukan pembayaran denda di bank milik pemerintah.

Denda e-tilang maksimal Rp500.000 untuk setiap pelanggaran. Apabila tidak melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang ditetapkan, STNK kendaraan secara otomatis terblokir.

Selain itu, apabila pelanggar kembali melakukan pelanggaran, denda akan diakumulasikan. Saat uji coba nanti, penindakan etilang sementara hanya berlaku untuk kendaraan berpelat nomor B (Jakarta dan sekitarnya).

“Karena data kita belum sinkron dengan data nasional maka saat ini kebijakan ini hanya untuk kendaraan berpelat B,” ujar Yusuf.

Dia menegaskan, ketepatan kamera untuk merekam para pelanggar sangat tinggi, yakni bisa mencapai 90%. Dengan demikian dia menjamin tidak akan ada salah tangkap. Untuk meyakinkan pelanggaran, petugas akan melakukan konfirmasi kepada pemilik kendaraan.

“Ada dua alternatif, mulai dari langsung mengirim surat tilang atau melakukan konfirmasi,” ucapnya. Menurut Yusuf, adanya ETLE diharapkan bisa mengubah mindset para pengguna jalan sehingga lebih tertib.

Selain itu akan ada pengurangan anggota di lapangan sehingga akan lebih efisien. “Jadi anggota akan keluar bila darurat saja, kalau ada kecelakaan dan kasus lainnya,” ujarnya.

Dia berharap, setelah uji coba berhasil, penerapannya akan diperluas ke seluruh jalanan di Jakarta. Untuk diketahui, saat ini jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 18 juta unit yang terdiri atas 4 juta kendaraan roda empat dan sisanya kendaraan roda dua serta angkutan umum.

Sementara jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta hanya 10% dari jumlah kendaraan yang ada di Jakarta. “Jumlah perjalanan di Jakarta cukup tinggi, yaitu 20 juta, sedangkan jumlah pembangunan jalan hanya 0,01%,” ucapnya.

Uji coba penerapan sistem etilang mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta. Dinas Perhubungan DKI menyatakan siap membantu menyiapkan aset berupa kamera camera closed television (CCTV) dan rambu-rambu lalu lintas lainnya.

“Kami pada prinsipnya tidak masalah kalau CCTV mau dipakai,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah. Di sisi lain, dia juga berharap pihak kepolisian dapat memberikan database kendaraan kepada Pemrov DKI.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak