KSAD Sebut 15 Pos TNI di Papua Tahun Ini Siap Diperbaiki

Kamis, 29 Februari 2024 - 18:49 WIB
loading...
KSAD Sebut 15 Pos TNI...
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan pihaknya akan memperbaiki 15 pos prajurit TNI di Papua. Pos tersebut diperkirakan akan rampung tahun ini. Foto/Giffar Rivana/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) , Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan pihaknya akan memperbaiki 15 pos prajurit TNI di Papua. Pos tersebut diperkirakan akan rampung tahun ini.

"Saya kira tahun ini paling tidak 10-15 pos kita bisa kerjakan lah tahun ini, minimal," kata Maruli kepada wartawan.

Maruli mengatakan, sejumlah pos TNI di Papua itu memang harus diperbaiki karena adanya keterbatasan untuk menyalurkan bantuan logistik. Bahkan beberapa pos tersebut hanya dapat diakses ditempuh melalui jalur udara.

"Karena area tersebut, ada beberapa pos yang hanya bisa didatangi oleh heli, sedangkan selama ini droping logistik saja sulit apalagi bawa barang lain," ungkap dia.

Baca juga: Mencekam! Pos TNI di Distrik Aroba Papua Barat Diberondong Tembakan OTK

Di sisi lain, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto mengungkap rencana pembentukan Koops Habema (Harus Berhasil Maksimal) sebagai formula baru untuk menangani konflik di Papua.

"Pembentukan Koops Habema, Harus Berhasil Maksimal untuk implementasinya Koops ini diharapkan bisa mengintegrasikan pola operasi TNI-Polri sehingga penanganan konflik di Papua dapat lebih efektif," kata Panglima Agus saat pidato beberapa waktu lalu.

Panglima Agus menjelaskan ke depan Koops Habema akan dilatih untuk meningkatkan kemampuan individu dan latihan secara satuan memakai sistem blok di Pusdiklat Komando Pasukan Khusus (Kopasus).

"Kami laporkan bahwa untuk well trained TNI telah meningkatkan kemampuan individu dan satuan melalui siklus latihan sistem blok, yang diikuti oleh penyiapan latihan secara terpusat di Pusdiklat Kopassus," kata Panglima Agus.

Dengan bekal yang telah diberikan, lanjut Panglima Agus, Koops Habema diharapkan bisa menerapkan strategi smart power dalam setiap operasi demi efektivitas penanganan konflik yang terjadi di Papua.

"Program ini khususnya diselenggarakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan konflik di Papua. Strategi yang saya berlakukan adalah smart Power yang merupakan kombinasi dari soft power dan hard power dan diplomatis militer," jelas Panglima Agus.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rekomendasi
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Berita Terkini
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved