Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Sebut Arsitektur Bisa Jadi Daya Tarik Pariwisata
Jum'at, 23 Februari 2024 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Dia optimistis industri arsitektur di Tanah Air berkembang pesat diiringi meningkatnya investasi pariwisata di Indonesia dari tahun ke tahun. Sebab pada 2023 saja Indonesia mendapatkan investasi Rp45 triliun untuk pengembangan pariwisata.
Sebagai informasi, ARCH:ID 2024 adalah pameran arsitektur terbesar di Indonesia yang merupakan edisi keempat dari ARCH:ID dengan mengusung tema ‘Placemaking: Tolerance’.
Acara yang digagas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) berkolaborasi dengan PT CIS Exhibition ini fokus pada peran arsitektur dalam mendukung keharmonisan hubungan antarmanusia, pengembangan kota, pelestarian alam, serta integrasi teknologi, dengan mengangkat pentingnya arsitektur dan desain dalam menciptakan ruang yang inklusif dan bertoleransi.
Selaras dengan tema tersebut, firma desain dan arsitektur Atelier Riri bekerja sama dengan perusahaan baja lapis terbesar di Indonesia PT Tatalogam Group menghadirkan karya instalasi yang mereka beri nama ‘Halaman’ pada pameran tersebut.
Astri, penanggung jawab proyek dari firma Atelier Riri menjelaskan, dengan instalasi Halaman ini Artelier Riri dan PT Tatalogam Group ingin memperkenalkan tentang modular sistem di mana modular yang ditampilkan tidak kaku atau tidak terkotak-kotakkan, namun modular yang artistik.
"Ide ini muncul sesuai dengan tema ARCH;ID yaitu Placemaking. Placemaking ini kita terjemahkan berorientasi pada orang. Artinya kami ingin memenuhi kebutuhan orang dengan mengambil pendekatan tentang transformation dan flexible," ujarnya.
Menurut Astri, ternyata kebutuhan itu bisa diakomodasi oleh inovasi PT Tatalogam Group dengan sistem Domus Fastrack-nya, sehingga tercipta sebuah instalasi modular artistik yang kami beri nama Halaman.
Sebagai informasi, ARCH:ID 2024 adalah pameran arsitektur terbesar di Indonesia yang merupakan edisi keempat dari ARCH:ID dengan mengusung tema ‘Placemaking: Tolerance’.
Acara yang digagas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) berkolaborasi dengan PT CIS Exhibition ini fokus pada peran arsitektur dalam mendukung keharmonisan hubungan antarmanusia, pengembangan kota, pelestarian alam, serta integrasi teknologi, dengan mengangkat pentingnya arsitektur dan desain dalam menciptakan ruang yang inklusif dan bertoleransi.
Selaras dengan tema tersebut, firma desain dan arsitektur Atelier Riri bekerja sama dengan perusahaan baja lapis terbesar di Indonesia PT Tatalogam Group menghadirkan karya instalasi yang mereka beri nama ‘Halaman’ pada pameran tersebut.
Astri, penanggung jawab proyek dari firma Atelier Riri menjelaskan, dengan instalasi Halaman ini Artelier Riri dan PT Tatalogam Group ingin memperkenalkan tentang modular sistem di mana modular yang ditampilkan tidak kaku atau tidak terkotak-kotakkan, namun modular yang artistik.
"Ide ini muncul sesuai dengan tema ARCH;ID yaitu Placemaking. Placemaking ini kita terjemahkan berorientasi pada orang. Artinya kami ingin memenuhi kebutuhan orang dengan mengambil pendekatan tentang transformation dan flexible," ujarnya.
Menurut Astri, ternyata kebutuhan itu bisa diakomodasi oleh inovasi PT Tatalogam Group dengan sistem Domus Fastrack-nya, sehingga tercipta sebuah instalasi modular artistik yang kami beri nama Halaman.
Lihat Juga :