Nobar Relawan Ganjar dan Anies di 40 Kota Bakal Hebohkan Politik Nasional
Jum'at, 02 Februari 2024 - 13:30 WIB
loading...
Barisan para relawan pendukung calon presiden siap menggelar nonton bareng debat capres terakhir pada Minggu 4 Januari 2024 mendatang. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Barisan para relawan pendukung calon presiden siap menggelar nonton bareng debat capres terakhir pada Minggu 4 Januari 2024 mendatang. Sejumlah relawan pendukung 01 dan relawan pendukung 03 sepakat untuk memihak kepentingan bangsa yang lebih luas.
Direktur Nasional Relawan Progresif, Eka Sastra mengatakan rencananya nonton bareng pendukung 01 dan 03 akan diadakan di 40 kota di seluruh Tanah Air. Nonton bareng ini akan menjadi penanda awal dari komunikasi yang kian intens antar dua relawan.
Baca juga: Debat Terakhir Pilpres 2024, JK: Anies Pangkatnya Pelatih, Tak Perlu Dilatih
“Sejak Indonesia berdiri, kolaborasi dan saling hubung antar elite telah dilakukan. Dulu, demi menghadapi kuasa kolonial, para pendiri bangsa saling berkolaborasi. Sejenak mereka mengabaikan perbedaan. Kita menjalankan teladan duduk bersama untuk bangsa,” ujarnya, Jumat (2/2/2024).
Eka Sastra tidak menampik jika nobar itu akan menghebohkan politik nasional. Pihaknya memfasilitasi keinginan kuat dari berbagai organ relawan di daerah. Nobar ini adalah aspirasi dan harapan banyak kalangan.
Menurutnya, ikhtiar berkolaborasi itu kian intens seiring dengan berbagai masalah kebangsaan yang kian mendesak. Dia menyebutkan munculnya suara-suara cendekiawan di banyak kampus adalah pertanda kalau bangsa ini kian bergeser dari cita-cita kemerdekaan dan cita-cita Reformasi.
Direktur Nasional Relawan Progresif, Eka Sastra mengatakan rencananya nonton bareng pendukung 01 dan 03 akan diadakan di 40 kota di seluruh Tanah Air. Nonton bareng ini akan menjadi penanda awal dari komunikasi yang kian intens antar dua relawan.
Baca juga: Debat Terakhir Pilpres 2024, JK: Anies Pangkatnya Pelatih, Tak Perlu Dilatih
“Sejak Indonesia berdiri, kolaborasi dan saling hubung antar elite telah dilakukan. Dulu, demi menghadapi kuasa kolonial, para pendiri bangsa saling berkolaborasi. Sejenak mereka mengabaikan perbedaan. Kita menjalankan teladan duduk bersama untuk bangsa,” ujarnya, Jumat (2/2/2024).
Eka Sastra tidak menampik jika nobar itu akan menghebohkan politik nasional. Pihaknya memfasilitasi keinginan kuat dari berbagai organ relawan di daerah. Nobar ini adalah aspirasi dan harapan banyak kalangan.
Menurutnya, ikhtiar berkolaborasi itu kian intens seiring dengan berbagai masalah kebangsaan yang kian mendesak. Dia menyebutkan munculnya suara-suara cendekiawan di banyak kampus adalah pertanda kalau bangsa ini kian bergeser dari cita-cita kemerdekaan dan cita-cita Reformasi.
Lihat Juga :