Sebanyak 179.584 Calon Jamaah Lunasi Biaya Haji
Kamis, 30 April 2020 - 19:27 WIB
loading...
Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, sebanyak 179.584 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan. Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, sebanyak 179.584 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan. Foto/I
A
A
A
JAKARTA - Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 1441H/2020M untuk jamaah haji reguler tahap I ditutup Kamis (30/4/2020) sore.
Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, sebanyak 179.584 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan.
"Pelunasan tahap satu, ditutup sore tadi. Total 179.584 jamaah melunasi biaya haji, atau sekitar 88,33%," ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Muhajirin Yanis di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000. Sebanyak 203.320 di antaranya adalah kuota haji reguler. Jumlah ini terbagi menjadi empat, yaitu: 199.518 untuk jemaah haji reguler, 2.040 kuota prioritas lanjut usia, 1.512 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 250 Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah KBIHU.
"Masih ada 21.157 kuota reguler dan 817 prioritas lansia yang belum terlunasi," kata Muhajirin.(Baca juga: Jokowi Akui Indonesia Masih Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor )
Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, sebanyak 179.584 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan.
"Pelunasan tahap satu, ditutup sore tadi. Total 179.584 jamaah melunasi biaya haji, atau sekitar 88,33%," ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Muhajirin Yanis di Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000. Sebanyak 203.320 di antaranya adalah kuota haji reguler. Jumlah ini terbagi menjadi empat, yaitu: 199.518 untuk jemaah haji reguler, 2.040 kuota prioritas lanjut usia, 1.512 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 250 Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah KBIHU.
"Masih ada 21.157 kuota reguler dan 817 prioritas lansia yang belum terlunasi," kata Muhajirin.(Baca juga: Jokowi Akui Indonesia Masih Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor )
Lihat Juga :