Prabowo Subianto: Sistem Ekonomi Neoliberal Itu Keliru

Minggu, 01 April 2018 - 21:09 WIB
Prabowo Subianto: Sistem...
Prabowo Subianto: Sistem Ekonomi Neoliberal Itu Keliru
A A A
DEPOK - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan sistem ekonomi neoliberal tidak memberikan kesejahteraan pada rakyat. Sistem ekonomi neoliberal adalah keliru.

“Saya pernah bicara tentang sistem ekonomi neoliberal (Neolib) tapi tidak didengar,” kata Prabowo di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra Depok, Minggu (1/4/2018).

Prabowo menuturkan, sistem ekonomi neoliberal sangat tidak berpihak dengan rakyat kalangan bawah di Indonesia. Yang disebut tetesan menetes ke bawah oleh teori trickle down effect itu tidak pernah terjadi. “Yang kaya makin kaya. Kekayaan tidak menetes ke bawah,” ucapnya.

Dalam ruh partai yang didirikan sejak tahun 2008 lalu, lanjut Prabowo, dengan tegas menolak sistem neoliberal. “Gerindra dalam manifestonya sejak partai dibentuk pada 2008 lalu tegas menolak sistem neolib karena meningkatkan kesenjangan pendapatan,” tuturnya.

Pada zaman Orde Baru, Prabowo mengaku sempat menganut sistem ekonomi neoliberal. Alasannya saat itu, sistem tersebut akan meningkatkan kekayaan masyarakat dari seorang kapitalis.

"Apa itu neolib, zaman Orde baru dulu diujungnya percaya dengan neolib. Bahwa ekonomi yang kaya hanya segelintir enggak apa yang kaya 1%, karena nanti menurut ilmu neolib dari yang kaya 1% akan menetes ke bawah," paparnya.

Tapi sistem ekonomi neoliberal mempunyai masalah, Prabowo menungkapkan, menurut teori ahli ekonomi John Maynard Keynes sistem neoliberal tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan. Jika kekayaan kapitalis dapat menetes ke bawah.

“Masalahnya adalah tokoh-tokoh ahli ekonomi barat sudah mengkritik dia mengatakan juga waktu itu. Masalahnya menetes ke bawahnya kapan sedangkan John Maynard Keynes ahli ekonomi terkenal di barat mengatakan jika menetes ke bawahnya, kita sudah mati semua alias tidak ada netes ke bawah. Karena orang kalau sudah kaya dia pengin kaya lagi. Kapitalisme artinya harus ada modal dengan modal kita bisa dapat modal lebih besar lagi,” ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Rayakan Usia ke-18,...
Rayakan Usia ke-18, Fraksi Gerindra DPR Gaungkan Semangat Kebersamaan
Raih Penghargaan KIP,...
Raih Penghargaan KIP, Prabowo dan Gerindra Komitmen Berantas Korupsi dan Junjung Tinggi Demokrasi
Kapoksi Gerindra Muhammad...
Kapoksi Gerindra Muhammad Rahul Dukung Pengusutan Korupsi Batu Bara
Prabowo Subianto Hadiri...
Prabowo Subianto Hadiri Peringatan HUT ke-15 Partai Gerindra
Kala Prabowo Sentil...
Kala Prabowo Sentil Orang Pintar hingga Profesor yang Banyak Bicara di Podcast
Prabowo Siap Tempur...
Prabowo Siap 'Tempur' di Pemilu 2024! Al dan El Gabung Gerindra, Iwan Bule Gantikan Posisi Sandiaga Uno
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved