Budaya Diharapkan Mampu Jadi Daya Gerak yang Menyatukan
Jum'at, 22 Desember 2023 - 04:19 WIB
loading...
Malam Penghargaan Desa Budaya di Desa Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/12/2023). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Budaya diharapkan mampu menjadi daya gerak dan daya hidup yang menguatkan, menyatukan, serta menghasilkan efek positif baik secara materi, kebanggaan, eksistensi dan juga membuka kemungkinan pengembangan yang lebih luas.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid saat memberikan Penghargaan Desa Budaya di Desa Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/12/2023). Penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap desa-desa yang berhasil menjadi pionir dalam Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) yang telah digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek sejak 2021.
Penghargaan ini tidak hanya menandai keberhasilan mereka dalam melestarikan tradisi, tetapi juga merupakan dorongan pemerintah untuk terus berkontribusi pada pemajuan kebudayaan desa. Pada 2023, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan menyasar 315 desa dengan harapan hasil jangka pendek berupa Pemberdayaan Masyarakat Desa yang mencakup jumlah desa yang membuat perencanaan pembangunan desa berbasis kebudayaan, jumlah narasi, dan aktivitas kebudayaan desa, berikut sistem data kebudayaan desa yang melekat di dalamnya.
Inisiasi ini mendapat pendampingan melalui tiga tahap, yakni temu kenali, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan. Hilmar Farid, mengatakan setelah satu tahun berproses, pihaknya memberikan Apresiasi Desa Budaya (ADB) atas pencapaian yang telah berhasil dilakukan oleh desa dan masyarakat mewujudkan dirinya sebagai Desa Budaya.
Dia menuturkan, ADB menjadi salah satu bentuk usaha meletakkan paradigma pembangunan kebudayaan dimulai dari desa sebagai unit kebudayaan terkecil. "Desa jadi medium transformasi nilai-nilai budaya, penguatan ikatan-ikatan sosial antarwarga masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk mengokohkan peradaban umat manusia," ujar Hilmar dalam keterangannya dikutip, Kamis (21/12/2023).
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid saat memberikan Penghargaan Desa Budaya di Desa Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (20/12/2023). Penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap desa-desa yang berhasil menjadi pionir dalam Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD) yang telah digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek sejak 2021.
Penghargaan ini tidak hanya menandai keberhasilan mereka dalam melestarikan tradisi, tetapi juga merupakan dorongan pemerintah untuk terus berkontribusi pada pemajuan kebudayaan desa. Pada 2023, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan menyasar 315 desa dengan harapan hasil jangka pendek berupa Pemberdayaan Masyarakat Desa yang mencakup jumlah desa yang membuat perencanaan pembangunan desa berbasis kebudayaan, jumlah narasi, dan aktivitas kebudayaan desa, berikut sistem data kebudayaan desa yang melekat di dalamnya.
Inisiasi ini mendapat pendampingan melalui tiga tahap, yakni temu kenali, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan. Hilmar Farid, mengatakan setelah satu tahun berproses, pihaknya memberikan Apresiasi Desa Budaya (ADB) atas pencapaian yang telah berhasil dilakukan oleh desa dan masyarakat mewujudkan dirinya sebagai Desa Budaya.
Dia menuturkan, ADB menjadi salah satu bentuk usaha meletakkan paradigma pembangunan kebudayaan dimulai dari desa sebagai unit kebudayaan terkecil. "Desa jadi medium transformasi nilai-nilai budaya, penguatan ikatan-ikatan sosial antarwarga masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk mengokohkan peradaban umat manusia," ujar Hilmar dalam keterangannya dikutip, Kamis (21/12/2023).
Lihat Juga :