Debat Perdana Capres 2024, Imparsial: Ganjar Paling Progresif Membahas Isu HAM

Rabu, 13 Desember 2023 - 14:11 WIB
loading...
Debat Perdana Capres...
Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan saat tampil dalam debat capres 2024 di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Foto/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Direktur Imparsial Ghufron Mabruri menanggapi debat perdana calon presiden (capres) 2024 dalam tema penegakan hak asasi manusia (HAM) dan hukum. Dalam tema penegakan HAM, capres yang didukung oleh PDIP, PPP, Partai Perindo dan Partai Hanura Ganjar Pranowo dinilai paling progresif dalam pemaparan visi-misinya.

Ghufron mengatakan gagasan dari ketiga capres yang hadir, Ganjar terlihat lebih konkret lantaran menawarkan tawaran dialog dalam penyelesaian kasus HAM yang sudah ada di Indonesia. Dia menegaskan, gagasan Ganjar untuk berdialog khususnya dalam kasus konflik Papua, menjadi solusi yang sudah lama sejalan dengan kelompok masyarakat sipil.

"Dapat dikatakan, capres Ganjar Pranowo yang menawarkan solusi jalan dialog dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Papua, ini jauh lebih progresif tawarannya dibandingkan capres lainnya," ujar Ghufron dalam diskusi di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2023).

Baca juga: Analisis Drone Emprit soal Debat Capres: Ganjar Paling Kecil Sentimen Negatifnya



Dia menjelaskan, meski gagasan mantan Gubernur Jawa Tengah itu bukan menjadi hal yang baru, solusi dialog tersebut belum dapat dipenuhi oleh pemerintah hingga hari ini. Dia menilai, pendekatan pemerintah hingga saat ini lebih condong pada metode kekerasan dan operasi militer dalam penyelesaian konflik Papua.

"Kalau kita cermati pendekatan yang sudah dilakukan pemerintah hingga hari ini, pendekatan operasi militer justru menghasilkan pelanggaran HAM yang semakin tinggi. Pendekatan militeristik ini harus diakui masih dilakukan pemerintah sampai sekarang," katanya.

Dia melanjutkan, pendekatan dialog yang belum dilaksanakan pemerintah, padahal sudah berhasil dalam kasus konflik lainnya seperti di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Untuk itu, pendekatan dialog harus dikedepankan seperti apa yang disampaikan Ganjar Pranowo dalam pemaparan program dalam penanganan pelanggaran kasus HAM tersebut.

"Saya kira pendekatan dialog ini, meski bukan sesuatu yang baru, tapi ini penting dan progresif dalam penyelesaian isu konflik Papua. Yang tentu secara lebih lanjut akan berdampak pada kondisi HAM di Papua," tuturnya.

Diketahui, Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo menyebut masalah yang terjadi di Papua terkait isu kekerasan, keadilan, dan Hak Asasi Manusia (HAM) harus mengutamakan dialog. Pernyataan itu disampaikan Ganjar dalam debat perdana capres 2024.

Dalam debat tersebut, Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto berpendapat bahwa penyelesaian masalah di Papua itu rumit. Sebab, ada campur tangan asing yang bertujuan memecah belah Indonesia melalui konflik di Papua.

"Masalah Papua, adalah rumit karena di situ terjadi suatu gerakan separatisme dan gerakan ini kita sudah ikuti cukup lama. Kita melihat ada campur tangan asing di situ dan kita lihat bahwa kekuatan tertentu selalu ingin Indonesia (mengalami) disintegrasi dan pecah," kata Prabowo dalam debat capres di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (12/12/2023) malam.

Menanggapi hal itu, Ganjar justru menyampaikan pendapat yang berbeda. Menurut mantan Gubernur Jateng dua periode itu, rencana yang disampaikan Prabowo tak cukup.

"Menurut saya rasanya tidak cukup, Pak Prabowo, karena dialog menurut saya menjadi sesuatu yang penting agar seluruh kekuatan yang ada di sana, kelompok di sana, bisa duduk bersama untuk menyelesaikan itu. Itu menurut saya root masalahnya," tegas Ganjar disambut gemuruh tamu undangan yang hadir.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Dukung Polri di Bawah...
Dukung Polri di Bawah Presiden, Imparsial: Perlu Kajian Mendalam Bila di Kementerian
Ganjar Ungkap Agenda...
Ganjar Ungkap Agenda Rakernas I PDIP di Ancol, Sistem Pilkada hingga Keluhan Masyarakat
Bupati Ponorogo Sugiri...
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kena OTT KPK, Ini Respons PDIP
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Diteror sejak 2024,...
Diteror sejak 2024, WhatsApp Direktur Imparsial Diretas hingga Mobilnya Dirusak
Beri Dukungan, Ganjar...
Beri Dukungan, Ganjar Datang ke Sidang Pledoi Hasto | Sindo Prime
Ganjar, Rano Karno,...
Ganjar, Rano Karno, hingga Risma Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung
Rekomendasi
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Berita Terkini
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
OTT di Muara Enim, KPK...
OTT di Muara Enim, KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Edison
Tangis Nanik S Deyang...
Tangis Nanik S Deyang Pecah setelah Dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Bupati Muara Enim Edison...
Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved