Kritik Pemerintah, KAMI Tidak Peduli Dicap Oposisi Jalanan
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Dia kecewa terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang kewenangan dan fungsinya dicabut UU tersebut malah menyetujui. Itu menjadi salah satu alasan lahirnya KAMi karena organ-organ negara tidak berfungsi.
“Jangan salah masyarakat mengambil langkah-langkahnya sendiri. Kami ingatkan terus-menerus Indonesia akan (jadi) model Yugoslavia, terpecah-pecah. Potensi itu besar dengan kondisi saat ini ketidakmampuan pusat mengelola pandemi,” papar Yani.
Dia tidak peduli dengan cap terhadap KAMI sebagai oposisi jalanan. Pria asal Sumatera Selatan itu menyerahkan penilaian kepada masyarakat luas.
Yani tidak mengetahui apakah kritik mereka selama ini didengar atau tidak oleh pemerintah. “Tugas kami menyampaikan yang baik dan mencegah yang buruk,” katanya.
“Jangan salah masyarakat mengambil langkah-langkahnya sendiri. Kami ingatkan terus-menerus Indonesia akan (jadi) model Yugoslavia, terpecah-pecah. Potensi itu besar dengan kondisi saat ini ketidakmampuan pusat mengelola pandemi,” papar Yani.
Dia tidak peduli dengan cap terhadap KAMI sebagai oposisi jalanan. Pria asal Sumatera Selatan itu menyerahkan penilaian kepada masyarakat luas.
Yani tidak mengetahui apakah kritik mereka selama ini didengar atau tidak oleh pemerintah. “Tugas kami menyampaikan yang baik dan mencegah yang buruk,” katanya.
(dam)
Lihat Juga :