Jubir TPN Haris Pertama Soroti Pertemuan Perangkat Desa dan Gibran
Kamis, 23 November 2023 - 14:09 WIB
loading...
Jubir TPN Ganjar-Mahfud, Haris Pertama menyoroti acara bertajuk Silaturahmi Nasional Desa 2023 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, yang dihadiri cawapres Gibran Rakabuming Raka. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Haris Pertama menyoroti acara bertajuk 'Silaturahmi Nasional Desa 2023' di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/11/2023). Acara yang diinisiasi oleh delapan organisasi perangkat desa yang tergabung dalam Desa Bersatu itu dihadiri calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka.
Haris Pertama mempertanyakan kebenaran klaim bahwa acara tersebut untuk menyampaikan aspirasi sebagaimana disampaikan Koordinator Nasional Desa Bersatu Muhammad Asri Anas.
"Berdasarkan keterangan Koordinator Nasional Desa Bersatu, ia mengaku menyampaikan aspirasi. Ya kalau benar demikian harusnya semua pasangan capres-cawapres diundang. Ini kan namanya sudah praktik politik tidak sehat," kata Haris Pertama yang juga Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Haris menganggap penyampaian aspirasi kepala desa kepada Gibran Rakabuming Raka bukanlah alasan masuk akal. "Bagaimana mungkin cawapres Gibran bisa menerima aspirasi aparat desa, padahal dari pencalonannya saja menuai banyak polemik. Terus, apa sudah yakin menang? Kalau kalah bagaimana?" katanya.
Haris Pertama mempertanyakan kebenaran klaim bahwa acara tersebut untuk menyampaikan aspirasi sebagaimana disampaikan Koordinator Nasional Desa Bersatu Muhammad Asri Anas.
"Berdasarkan keterangan Koordinator Nasional Desa Bersatu, ia mengaku menyampaikan aspirasi. Ya kalau benar demikian harusnya semua pasangan capres-cawapres diundang. Ini kan namanya sudah praktik politik tidak sehat," kata Haris Pertama yang juga Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Haris menganggap penyampaian aspirasi kepala desa kepada Gibran Rakabuming Raka bukanlah alasan masuk akal. "Bagaimana mungkin cawapres Gibran bisa menerima aspirasi aparat desa, padahal dari pencalonannya saja menuai banyak polemik. Terus, apa sudah yakin menang? Kalau kalah bagaimana?" katanya.
Lihat Juga :