Arteria: Tas Bansos Bertuliskan Bantuan Presiden Bukan Pencitraan

Kamis, 30 April 2020 - 11:41 WIB
loading...
Arteria: Tas Bansos...
Tas bertuliskan Bantuan Presiden yang berisi bantuan untuk masyarakat terdampak virus Corona. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan menilai wajar ada tulisan Bantuan Presiden di kantong pembungkus bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat yang diberikan oleh Kementerian Sosial.

Menurut Arteria, hal tersebut tidak masalah. "Tidak ada yang perlu dipermasalahkan dan tidak ada yang salah terkait dengan hal itu," ujar Arteria Dahlan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4/2020).

Dia mengatakan, Konstitusi mengatur dan memposisikan presiden adalah Kepala Negara pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi berdasarkan undang-undang. Konsekuensinya, lanjut dia, presiden membawahi menteri-menteri.

"Menteri dalam hal ini Menteri Sosial adalah salah satu pembantu presiden yang mengeksekusi program-program Presiden di dalam menjabarkan visi dan misi presiden," ungkapnya.

Dia melanjutkan, pemberian bansos sebagai salah satu bentuk Jaring Pengaman Sosial adalah program dan kebijakan Presiden terkait penanganan dampak sosial dari pandemi Covid-19 yang dilakukan dan disalurkan melalui Kementerian Sosial.

"Sangat wajar dan patut menurut hukum serta tidak perlu dipersoalkan. Nanti kelihatan bodohnya kita," lanjutnya. (Baca juga: RSD Wisma Atlet Merawat 840 Pasien, 739 Positif Corona )

Apalagi, kata Arteria, bantuan itu merupakan bantuan pemerintah melalui nomenklatur anggaran yang ada di Kementerian Sosial.

"Bahkan kalau dilihat tulisannya dan dilihat dari logonya, itu sangat jelas kaitannya dengan lembaga Kepresidenan tidak Presiden Jokowi secara pribadi, apalagi tidak ada tertulis Presiden Jokowi dan foto beliau pun tidak ada," ujarnya.

Sekalipun untuk ada yang berpendapat itu bagian dari pencitraan, Arteria pun menilainya sah-sah saja. "Itu kan kreativitas dari previllege pemerintah yang sedang berkuasa, yang tidak boleh itu apabila ada bantuan swasta, bantuan negara sahabat dan donasi lain di luar APBN diaku-aku sebagai Bantuan Presiden," tuturnya. (Baca juga: Kemendikbud Tiadakan Upacara Bendera saat Peringatan Hardiknas 2020 )

Menurut dia, tulisan Bantuan Presiden di bungkus Bansos bukan pencitraan. "Pak Jokowi ini modelnya seperti itu, tidak dibuat-buat, apalagi beliau kan sudah dua periode dan tidak akan tarung pemilu lagi. Jadi ini semacam membangun emosional bounding antara presiden dan rakyatnya serta membangun easa kepedulian sosial saja, tidak lebih dari itu," tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
PDIP Kembali Tegaskan...
PDIP Kembali Tegaskan Posisinya Jadi Mitra Strategis Pemerintah: Kami Tidak Nyinyir
PDIP Soroti Perlindungan...
PDIP Soroti Perlindungan Hukum Pihak Ketiga dalam RUU Perampasan Aset
Hasto Ingatkan Komitmen...
Hasto Ingatkan Komitmen Partai ke Kader: Kemanusiaan Jauh di Atas Politik Elektoral
Momen Megawati Rayakan...
Momen Megawati Rayakan Ultah ke-79 Bareng Keluarga dan Sahabat di Istana Batu Tulis
Hari Kedua Rakernas...
Hari Kedua Rakernas PDIP, Megawati Bakal Beri Pandangan ke Kader secara Tertutup
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Banteng Muda Indonesia...
Banteng Muda Indonesia Galang Dana Bantu Korban Banjir Bali dan NTT
Begini Cara BMI Perkenalkan...
Begini Cara BMI Perkenalkan Sosok Presiden ke-1 RI Soekarno kepada Generasi Muda
Rekomendasi
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Berita Terkini
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved