Relawan Ganjar Pranowo Dorong Kaum Perempuan Enggak Golput
Minggu, 29 Oktober 2023 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
“Karena kan kita punya keunggulan ya di Ibu Atikoh, sehingga kita fokus mengajak Ibu Atikoh untuk berkeliling, memilih pemilih perempuan yang membutuhkan informasi mengenai Ibu Siti Atikoh," ujarnya.
Menurut Dyah, alasan mengapa banyak perempuan memilih untuk golput pada hari pemungutan suara adalah karena adanya kendala faktor internal. Dyah mengungkapkan bahwa saat hari pemungutan suara tiba, banyak perempuan menghadapi kesulitan dalam hadir di tempat pemungutan suara (TPS) karena mereka terkendala oleh tanggung jawab rumah tangga, tumpukan pekerjaan rumah, dan perlu menjaga anak-anak.
Oleh karena itu, Pijar berupaya untuk mengajak perempuan-perempuan ini agar mereka menggunakan hak suara mereka dalam Pemilu 2024. Pijar menawarkan solusi yang simpel untuk mengatasi tantangan ini, yakni dengan mendukung ibu-ibu yang mengalami kendala internal saat hari pemungutan suara.
Dia menjelaskan bahwa jika Pijar akan melaksanakan konsolidasi ke setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang akan ditempati oleh kader, simpatisan, atau relawan Pijar. Sebagai contoh, jika alasan pemilih perempuan untuk tidak datang ke TPS adalah karena harus merawat anak, Pijar akan menyediakan fasilitas penitipan anak sehingga ibu-ibu tersebut dapat menggunakan hak suara masing-masing.
Dia berharap bahwa melalui inisiatif ini, partisipasi pemilih perempuan di Indonesia akan meningkat, dan semakin banyak perempuan akan menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan-pemilihan yang akan datang.
Menurut Dyah, alasan mengapa banyak perempuan memilih untuk golput pada hari pemungutan suara adalah karena adanya kendala faktor internal. Dyah mengungkapkan bahwa saat hari pemungutan suara tiba, banyak perempuan menghadapi kesulitan dalam hadir di tempat pemungutan suara (TPS) karena mereka terkendala oleh tanggung jawab rumah tangga, tumpukan pekerjaan rumah, dan perlu menjaga anak-anak.
Oleh karena itu, Pijar berupaya untuk mengajak perempuan-perempuan ini agar mereka menggunakan hak suara mereka dalam Pemilu 2024. Pijar menawarkan solusi yang simpel untuk mengatasi tantangan ini, yakni dengan mendukung ibu-ibu yang mengalami kendala internal saat hari pemungutan suara.
Dia menjelaskan bahwa jika Pijar akan melaksanakan konsolidasi ke setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang akan ditempati oleh kader, simpatisan, atau relawan Pijar. Sebagai contoh, jika alasan pemilih perempuan untuk tidak datang ke TPS adalah karena harus merawat anak, Pijar akan menyediakan fasilitas penitipan anak sehingga ibu-ibu tersebut dapat menggunakan hak suara masing-masing.
Dia berharap bahwa melalui inisiatif ini, partisipasi pemilih perempuan di Indonesia akan meningkat, dan semakin banyak perempuan akan menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan-pemilihan yang akan datang.
(rca)
Lihat Juga :