Maulid Nabi, Menag Beberkan tentang Kebinekaan dengan Kemuliaan Akhlak
Minggu, 01 Oktober 2023 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
"Piagam Madinah menjadikan sebuah pedoman masyarakat Madinah untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan, demokrasi dan nilai toleransi," ungkapnya.
Dikatakan Menag, Nabi Muhammad SAW memiliki strategi mengelola kebinekaan dalam bermasyarakat sejak 15 abad lalu. Salah satu contohnya adalah ketika Kota Madinah menjadi sentra aktivitas ekonomi masyarakat Arab, sehingga multikulturalisme masyarakat Arab di Madinah merupakan realitas sosial.
Di mana Nabi Muhammad SAW berhasil mengurangi fanatisme kesukuan dengan menguatkan komitmen ukhuwwah Islamiyah dan ukhuwwah basyariyah. Dalam konteks ke-Indonesiaan-an, Menag menyebut ukhuwwah wathaniyah (persaudaraan sebagai warga negara).
"Ukhuwwah wathaniyah sebagai perekat yang mempersatukan penganut antaragama, suku, dan bahasa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga menjadi inspirasi dalam bidang keadilan sosial di sektor ekonomi. Beliau menunjukkan bahwa membangun tatanan sosial yang kokoh di tengah masyarakat yang beragam tidak hanya bergantung pada struktur sosial, tetapi juga pada kemuliaan akhlak.
"Rasulullah senantiasa bersikap ramah, santun, peduli, dan berkata lemah lembut kepada siapa pun tanpa melihat perbedaan agama maupun suku," papar Menag.
Dikatakan Menag, Nabi Muhammad SAW memiliki strategi mengelola kebinekaan dalam bermasyarakat sejak 15 abad lalu. Salah satu contohnya adalah ketika Kota Madinah menjadi sentra aktivitas ekonomi masyarakat Arab, sehingga multikulturalisme masyarakat Arab di Madinah merupakan realitas sosial.
Di mana Nabi Muhammad SAW berhasil mengurangi fanatisme kesukuan dengan menguatkan komitmen ukhuwwah Islamiyah dan ukhuwwah basyariyah. Dalam konteks ke-Indonesiaan-an, Menag menyebut ukhuwwah wathaniyah (persaudaraan sebagai warga negara).
"Ukhuwwah wathaniyah sebagai perekat yang mempersatukan penganut antaragama, suku, dan bahasa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga menjadi inspirasi dalam bidang keadilan sosial di sektor ekonomi. Beliau menunjukkan bahwa membangun tatanan sosial yang kokoh di tengah masyarakat yang beragam tidak hanya bergantung pada struktur sosial, tetapi juga pada kemuliaan akhlak.
"Rasulullah senantiasa bersikap ramah, santun, peduli, dan berkata lemah lembut kepada siapa pun tanpa melihat perbedaan agama maupun suku," papar Menag.
Lihat Juga :