Peta Koalisi Pilpres 2024 Setelah Anies-Cak Imin Dideklarasikan
Sabtu, 02 September 2023 - 08:01 WIB
loading...
Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan. Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Peta koalisi Pilpres 2024 bergerak dinamis. Hal ini terjadi setelah manuver Partai Nasdem yang meminang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan .
Sebelumnya, Anies merupakan bacapres yang didukung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Koalisi ini beranggotakan Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang total memiliki 163 kursi DPR, jauh di atas batas minimal 115 kursi untuk mengusung capres-cawapres.
Sementara, Cak Imin sejak awal digadang-digadang menjadi cawapres dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang beranggotakan Partai Gerindra dan PKB. Koalisi kedua partai ini sudah cukup untuk mengantarkan pasangan capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena total memiliki 136 kursi.
Pada 13 Agustus 2023, dua partai yakni Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PPP, menyatakan bergabung mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024. Koalisi pendukung Prabowo yang ini kemudian berubah nama menjadi Koalisi Indonesia Maju.
Kamis, 31 Agustus 2023, Partai Demokrat menyebut ada pengkhinatan di KPP. Partai Nasdem memasangkan Anies Baswedan dan Muhaimin. Demokrat pun menarik dukungan dari Anies.
Sebelumnya, Anies merupakan bacapres yang didukung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Koalisi ini beranggotakan Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang total memiliki 163 kursi DPR, jauh di atas batas minimal 115 kursi untuk mengusung capres-cawapres.
Sementara, Cak Imin sejak awal digadang-digadang menjadi cawapres dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang beranggotakan Partai Gerindra dan PKB. Koalisi kedua partai ini sudah cukup untuk mengantarkan pasangan capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena total memiliki 136 kursi.
Pada 13 Agustus 2023, dua partai yakni Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PPP, menyatakan bergabung mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024. Koalisi pendukung Prabowo yang ini kemudian berubah nama menjadi Koalisi Indonesia Maju.
Kamis, 31 Agustus 2023, Partai Demokrat menyebut ada pengkhinatan di KPP. Partai Nasdem memasangkan Anies Baswedan dan Muhaimin. Demokrat pun menarik dukungan dari Anies.
Lihat Juga :